Ilmu
639 Hits

6 Karakter Para Sahabat


Allah SWT berfirman:

 

مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللّٰهِ ۗ وَالَّذِيْنَ مَعَهٗۤ اَشِدَّآءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيْنَهُمْ تَرٰٮهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَّبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانًاسِيْمَاهُمْ فِيْ وُجُوْهِهِمْ مِّنْ اَثَرِ السُّجُوْدِ ۗ ذٰ لِكَ مَثَلُهُمْ فِى التَّوْرٰٮةِ ۛ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِى الْاِنْجِيْلِ ۛ كَزَرْعٍ اَخْرَجَ شَطْئَـهٗ فَاٰزَرَهٗ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوٰى عَلٰى سُوْقِهٖ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَـغِيْظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ مِنْهُمْ مَّغْفِرَةً وَّاَجْرًا عَظِيْمًا

 

"Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya. Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Taurat dan sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Injil, yaitu seperti benih yang mengeluarkan tunasnya, kemudian tunas itu semakin kuat, lalu menjadi besar dan tegak lurus di atas batangnya, tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan di antara mereka, ampunan dan pahala yang besar."
(QS. Al-Fath 48: Ayat 29)

 

Ayat ini mengandung beberapa pelajaran;

 

1. Pengakuan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, di ayat lain disebutkan bahwa namanya adalah Ahmad, Allah SWT berfirman:

 

وَاِذْ قَالَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ يٰبَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ اِنِّيْ رَسُوْلُ اللّٰهِ اِلَيْكُمْ مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرٰٮةِ وَمُبَشِّرًۢا بِرَسُوْلٍ يَّأْتِيْ مِنْۢ بَعْدِى اسْمُهٗۤ اَحْمَدُ ۗ فَلَمَّا جَآءَهُمْ بِالْبَيِّنٰتِ قَالُوْا هٰذَا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ

"Dan (ingatlah) ketika 'Isa putra Maryam berkata, Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad). Namun ketika Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, Ini adalah sihir yang nyata."
(QS. As-Saff 61: Ayat 6)

 

2. Ayat ini menunjukkan bahwa untuk beribadah pada Allah dengan benar harus melalui petunjuk Nabi Muhammad, karena beliau adalah utusan yang menyampaikan ajaran Nya.

Allah SWT berfirman:

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

"Katakanlah (Muhammad), Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Ali 'Imran: 31)

Ayat di atas menegaskan bahwa bukti kecintaan seorang hamba pada Allah adalah mengikuti Rasulullah.

 

3. Maksudnya adalah para sahabat (والذين معه) 


Disini para sahabat disandingkan dengan Rasulullah, hal ini menunjukkan kemuliaan para sahabat, mereka adalah orang-orang yang adil, dijamin masuk surga, Allah meridhai mereka dan mereka pun ridha pada Allah. Allah SWT berfirman:

 

وَالسّٰبِقُوْنَ الْاَوَّلُوْنَ مِنَ الْمُهٰجِرِيْنَ وَالْاَنْصَارِ وَالَّذِيْنَ اتَّبَعُوْهُمْ بِاِحْسَانٍ ۙ رَّضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ وَاَعَدَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ تَحْتَهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۤ اَبَدًا ۗ ذٰ لِكَ الْـفَوْزُ الْعَظِيْمُ

 

"Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung."
(QS. At-Taubah: 100)

 

4. Diantara sifat mereka adalah;

a. Keras terhadap orang kafir. Keras di sini mengandung dua makna;

a1. Keras terhadap orang kafir harbi yg memerangi orang Islam, yaitu keras ketika berperang.

a2. Keras memegang prinsip dan keyakinan, tidak bisa dirayu dan tidak luluh pada godaan mereka. Sebagaimana dalam QS. Al Kafirun, dan juga Allah SWT berfirman:

 

وَاِنْ كَادُوْا لَيَـفْتِنُوْنَكَ عَنِ الَّذِيْۤ اَوْحَيْنَاۤ اِلَيْكَ لِتَفْتَرِيَ عَلَيْنَا غَيْرَهٗ ۖ وَاِذًا لَّاتَّخَذُوْكَ خَلِيْلًا

 

"Dan mereka hampir memalingkan engkau (Muhammad) dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, agar engkau mengada-ada yang lain terhadap Kami; dan jika demikian tentu mereka menjadikan engkau sahabat yang setia."
(QS. Al-Isra': 73)

 

Adapun dalam masalah muamalat, mereka boleh berbuat baik kepada orang kafir yang tidak memerangi umat Islam, sebagaimana dalam firman Allah:

 

لَا يَنْهٰٮكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَاتِلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَلَمْ يُخْرِجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْهُمْ وَ تُقْسِطُوْۤا اِلَيْهِمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ

 

"Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil."
(QS. Al-Mumtahanah: 8)

b. Kasih sayang terhadap sesama muslim, sebagaimana dalam hadist

 

مَثَلُ المؤمنين في تَوَادِّهم وتراحُمهم وتعاطُفهم: مثلُ الجسد، إِذا اشتكى منه عضو: تَدَاعَى له سائرُ الجسد بالسَّهَرِ والحُمِّى

 

“Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.”_ [HR. Muslim]

 

Hal ini juga sesuai dengan firman Allah Allah Subhanahu wa ta'ala

 

اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الَّذِيْنَ يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِهٖ صَفًّا كَاَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَّرْصُوْصٌ

"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh."
(QS. As-Saff: 4)

Kedua sifat di atas adalah sifat sosial kemasyarakatan.

c. Adapun sifat pribadi mereka adalah; selalu beribadah pada Allah dengan ruku' dan sujud, disebut ruku' dan sujud karena keduanya merupakan rukun shalat yang tidak sah shalat kecuali dengan keduanya. Selain itu ruku' dan sujud adalah simbol utama ibadah kepada Allah karena menunjukkan kepasrahan kepada-Nya secara total.

d. Mereka ikhlas dalam beramal, mencari Keridhaan Allah Karunia-Nya (يبتغون فضلا من الله ورضوانا) , ini juga menunjukkan bahwa shalat akan meluaskan rezeki, Allah SWT berfirman:

 

وَأْمُرْ اَهْلَكَ بِالصَّلٰوةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۗ لَا نَسْــئَلُكَ رِزْقًا ۗ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوٰى

"Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan sholat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa."
(QS. Ta-Ha: 132)

 

Allah SWT juga berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ  مَاۤ اُرِيْدُ مِنْهُمْ مِّنْ رِّزْقٍ وَّمَاۤ اُرِيْدُ اَنْ يُّطْعِمُوْنِ

"Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku." "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."
(QS. Az-Zariyat: 56 - 57)

d. Wajah mereka bersinar sebagai tanda keikhlasan dalam sujud mereka. Ayat ini menunjukkan juga bahwa tanda banyaknya sujud bukan dari hitamnya jidat, melainkan dari bercahayanya wajah.

e. Kebersamaan mereka bagai benih yang mengeluarkan tunasnya, kemudian tunas itu semakin kuat, lalu menjadi besar dan tegak lurus di atas batangnya sehingga takjublah hati yang menanam.

Sifat ini sebagaimana perumpamaan orang-orang mukmin yang bagaikan pohon yang kuat akarnya, tinggi rantingnya, dan rimbun buahnya. Allah SWT berfirman:

 

اَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ اَصْلُهَا ثَابِتٌ وَّفَرْعُهَا فِى السَّمَآءِ تُؤْتِيْۤ اُكُلَهَا كُلَّ حِيْنٍۢ بِاِذْنِ رَبِّهَا ۗ وَيَضْرِبُ اللّٰهُ الْاَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُوْن

"Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit, (pohon) itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat."
(QS. Ibrahim: 24 - 25)

f. Orang orang kafir sangat benci melihat sifat sahabat yang mencintai persatuan.

 

5. Dalam setiap ibadah dan perjuangan pasti tidak luput dari kesalahan, namun Allah memberikan ampunan bagi mereka. Dan akan memberikan pahala bagi amal perbuatan mereka yang benar dan ikhlas dengan surga-Nya.

Wallahu A'lam

08 September 2017 - Tol Jorr Bandara Soeta - Bekasi

 

 

Find Us on Telegram: https://telegram.me/zainannajah
Website: www.puskafi.com