Karya Tulis
202 Hits

Sahur bagian pertama

Benarkah puasa dengan sahur lebih utama?

Jawaban :

Para ulama sepakat bahwa puasa dengan sahur lebih utama dari pada puasa tanpa sahur karena sahur adalah pembeda antara puasa kaum muslimin dengan puasa ahli kitab. Rasulullah saw bersabda :

فصل ما بين صيامنا وصيام أهل الكتاب أكلة السحور

"Yang membedakan antara puasa kita dengan puasa ahli kitab adalah makan sahur." (HR Muslim no 2545).

 

Mana waktu sahur yang lebih utama, mendekati azan Subuh atau jauh sebelumnya ?

Jawaban :

Waktu yang paling utama untuk makan sahur adalah sebelum adzan subuh sekadar waktu yang dibutuhkan seseorang untuk membaca 50 ayat Al-Qur'an, sebagaimana yang tersebut di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Zaid bin Tsabit:

تسحرنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم ، ثم قام إلى الصلاة . قال أنس : قلت لزيد : كم كان بين الأذان والسَّحور ؟ قال : قدرُ خمسين آية

"Kami makan sahur bersama Rasulullah saw, kemudian beliau berdiri untuk shalat." Berkata Anas, “Saya bertanya kepada Zaid, ‘Kira-kira berapa lama antara waktu sahur dengan adzan Subuh?’ Jawab Zaid, ’Selama bacaan 50 ayat Al-Qur'an’.” (HR Bukhari Muslim).

Ketika sedang enak-enaknya sahur, tiba-tiba suara azan Shubuh terdengar. Apa yang harus saya lakukan?

Jawaban :

Orang yang sedang makan sahur tidak lepas dari dua keadaan :

Pertama: Jika ia sedang mengunyah makanan atau sedang meneguk air yang berada di mulutnya maka hendaknya ia meneruskannya sampai semua makanan atau air tersebut masuk ke dalam perutnya, dan tidak perlu memuntahkan makanan atau minuman keluar. Dalilnya adalah  sabda Rosulullah saw:

إذا سمع أحدكم النداء والإناء على يده فلا يضعه حتى يقضي حاجته

" Jika diantara kamu mendengar adzan, sedang piring sedang di tangannya, maka hendaknya dia jangan meletakkannya sebelum menyelesaikan hajatnya." (Hadits Shahih, HR Abu Daud dan Ahmad).

Maksud hadits di atas adalah jika seseorang sedang mengunyah makanan atau sedang meneguk air maka hendaknya diteruskan sampai selesai.

Kedua: Jika dia tidak sedang mengunyah atau meneguk air, tetapi di dalam piringnya atau di dalam gelasnya masih  terdapat makanan atau minuman yang tersisa maka dalam hal ini dia harus menghentikan makan atau minumnya. Kalau dia tetap meneruskannya maka puasanya batal. Dalilnya adalah firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah:

"Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar." (Al Baqarah: 187).

Ayat di atas menyuruh kita untuk berhenti makan sahur ketika datang fajar atau ketika terdengar adzan subuh. Perintah tersebut mengandung arti wajib. Kalau dilanggar maka puasanya menjadi batal.