Karya Tulis
2872 Hits

Lailatul Qadar


Ketika bulan Ramadhan, banyak orang yang berburu lailatul qadar, apa keutamaan Lailatul Qadar itu?

Jawaban :

Lailatul Qadar mempunyai beberapa keutamaan. Diantaranya:

Pertama: Pada malam tersebut Al-Qur'an diturunkan pertama kali. Dalilnya adalah firman Allah SWT:

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْر

"Kami telah menurunkan Al-Qur'an ini pada malam ‘Lailatul Qadar’."(Al-Qadr: 1).

Kedua: Beribadah pada malam Lailatul Qadar lebih baik dari pada beribadah seribu bulan yang di dalamnya tidak terdapat Lailatul Qadar. Sebagaimana firman Allah SWT:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْر

"Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan." (Al-Qadr: 3).

Para ulama berbeda pendapat tentang maksud ayat di atas, akan tetapi mayoritas ulama mengatakan bahwa amalan pada malam hari itu lebih baik dari amalan seribu malam yang tidak terdapat di dalamnya Lailatul Qadar.

Ketiga: Para Malaikat bersama malaikat Jibril turun pada malam tersebut dengan membawa rahmat dan berkah. Sebagaimana firman Allah SWT:

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ

"Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan." (Al-Qadar: 4).

Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:

إنها ليلة سابعة، أو تاسعة وعشرين، وإن الملائكة تلك الليلة في الأرض أكثر من عدد الحصى‏

"Sesungguhnya Lailatul Qadar itu akan turun pada malam 27 atau 29, dan sesungguhnya malaikat yang ada di muka bumi pada malam itu lebih banyak dari pada jumlah kerikil." (Hadits Hasan, riwayat Ibnu Huzaimah).

Keempat: Malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kedamaian dan kesejahteraan bagi orang-orang beriman. Para malaikat pun memberikan salam kepada mereka sampai terbit fajar. Sebagaimana firman Allah SWT:

سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

"Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (Al-Qadar: 5).

Kelima: Malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh berkah, sebagaimana firman Allah SWT:

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ

"Kami telah menurunkan Al-Qur'an ini pada malam yang penuh berkah." (Ad-Dukhan: 2).

Keenam: Malam Lailatul Qadar adalah malam yang di dalamnya ditentukan takdir seluruh makhluk dalam satu tahun. Sebagaimana firman Allah SWT:

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

"Pada malam itu ditetapkan segala urusan yang penuh hikmah." (Al Dukhan: 3).

Ketujuh: Barang siapa yang beribadah pada malam Lailatul Qadar dengan ikhlas dan keimanan, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lampau. Dalilnya adalah sabda Rasulullah saw:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيْمَانًا وَاحْتِسَاًبا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barang siapa yang bangun (untuk beribadah) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan keikhlasan, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lampau." (HR Bukhari dan Muslim)

 

Ada orang yang pada malam-malam ganjil bukan Ramadhan khusuk beribadah. Adakah dalil yang menjelaskan bahwa Lailatul Qadar itu jatuh pada malam-malam ganjil?

Jawaban :

Memang, ada dalil yang menjelaskan bahwa Lailatul Qadar itu jatuh pada malam-malam ganjil dari sepuluh terakhir bulan Ramadhan, yaitu sabda Rasulullah saw:

تحروا ليلة  القدر في الوتر من العشر الأواخر من رمضان

"Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil dari sepuluh terkahir bulan Ramadhan." (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat lain disebutkan:

التمسوها في العشر الأواخر من رمضان ليلة القدر في تاسعة تبقى ، في سابعة تبقى ، في خامسة تبقى

"Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan, pada malam sembilan terakhir, pada malam tujuh terakhir, pada malam lima terakhir." (HR Bukhari).

Maksud dari pada malam sembilan terakhir adalah malam duapuluh satu Ramadhan, dan maksud dari malam tujuh terakhir adalah malam duapuluh tiga Ramadhan, dan maksud dari malam limalima Ramadhan. terakhir adalah malam duapuluh

عن عبادة بن الصامت أنه قال ( يا  رسول الله ، أخبرنا عن ليلة القدر ؟ فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم : هي في رمضان ، التمسوها في العشر الأواخر ، فإنها وتر في إحدى و عشرين أو ثلاث و عشرين أو خمس و عشرين أو سبع و عشرين أو تسع و عشرين أو في آخر ليلة )

"Dari Ubadah bin Shamit bahwasanya ia berkata, ‘Wahai Rasulullah saw, beritahukan kami tentang Lailatul Qadar!’ Rasulullah saw menjawab, ‘Dia ada dalam bulan Ramadhan. Carilah pada sepuluh terakhir, karena dia terdapat pada malam ganjil, pada malam 21, atau 23, atau 25, atau 27, atau 29, atau di malam terakhir." (Hadits hasan, riwayat Ahmad).

 

Ustadz, saya sering mendengar bahwa lailatul qadar itu ada tandanya. Apa saja tanda-tanda Lailatul Qadar itu?

Jawaban :

Malam lailatul qadar mempunyai tanda-tanda, diantaranya:

Pertama: Malam itu udaranya sedang, tidak terlalu  dingin dan tidak terlalu  panas. Dalilnya adalah sabda Rasulullah saw :

إني كنت أريت ليلة القدر ، ثم نسيتها ، وهي في العشر الأواخر من ليلتها ، وهي ليلة طلقة بلجة لا حارة و لا بارة

"Saya pernah diperlihatkan Lailatul Qadar, akan tetapi saya lupa, malam itu jatuh pada malam sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan, suasana malam itu cerah dan indah, tidak panas dan tidak dingin." (Hadits shahih riwayat Ahmad ,Ibnu Khuzaimah, dan Ibnu Hibban).

Kedua: Matahari pada pagi harinya terbit berwarna merah dan sinarnya tidak menyengat. Dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Ubay bin Ka'ab:

أخبرنا رسول الله صلى الله عليه وسلم  أن الشمس تطلع من ذلك اليوم لا شعاع لها

"Rasulullah saw telah memberitahukan kita bahwa matahari terbit pada hari itu tidak bercahaya (sinarnya tidak menyengat)." (HR. Muslim).

 

Kalau kita tidak melihat tanda-tanda Lailatul Qadar, apakah berarti Lailatul Qadar itu tidak ada?

Jawaban :

Kita harus berkeyakinan bahwa Lailatul Qadar itu pasti ada tiap tahun pada bulan Ramadhan sebagaimana yang dinyatakan oleh Rasulullah saw. Sedangkan jika kita tidak melihat tanda-tandanya bukan berarti Lailatul Qadar tidak ada. Barangkali karena penglihatan kita yang tidak jeli, ataupun karena Allah swt tidak memperlihatkan tanda-tanda tersebut  pada diri kita. Bisa saja Allah memperlihatkan tanda-tanda tersebut kepada sekelompok orang dan  menutupinya dari sekelompok yang lain, sebagaimana Allah memberikan taufik kepada seseorang untuk mendapatkan Lailatul Qadar dan tidak memberikan taufik-Nya kepada yang lain. Wallahu A'lam.