Karya Tulis
1607 Hits

Tips ke -20: Membagi Tugas Panjang Dalam Kegiatan Lebih Kecil

Tehnik lain yang bisa membantu anda di dalam manajemen waktu adalah membagi tugas yang berat dan banyak menjadi beberapa kegiatan yang lebih kecil dan lebih ringan. Hal ini akan bisa mengurangi strees anda.

Sebagai contoh yang pernah penulis praktekkan adalah ketika mendapatkan tugas untuk mengoreksi hasil ujian mahasiswa, apalagi jika jawabannya sangat banyak sampai berlembar-lembar, itu belum jumlah mahasiswa yang kadang bertambah banyak.  Melihat seonggok kertas jawaban yang menumpuk tinggi, maka yang di dapat hanyalah stress, kapan bisa menyelesaikan koreksian atas lembaran-lembaran tersebut. Khususnya, pekerjaan mengoreksi adalah pekerjaan paling berat bagi penulis…tetapi bagaimana lagi, itu harus tetap dikerjakan dan harus selesai dalam waktu cepat.

Penulis akhirnya mempunyai ide untuk mengerjakannya sedikit-demi sedikit, setengah jam untuk setiap hari, penulis sediakan untuk mengoreksi, kadang untuk mengoreksi satu lembar jawaban membutuhkan 3 kali koreksian, tetapi tidak apa-apa….sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit…dan pada akhirnya selesai juga... Alhamdulillah.

Ketika penulis mendapat kiriman buku dari penerbit yang jumlahnya ribuan exemplar, tentunya sangat berat untuk mengatur dan menaruhnya ke dalam rak-rak buku, tetapi dengan cara seperti di atas, kita lakukan pekerjaan tersebut sedikit demi sedikit…Alhamdulillah akhirnya selesai juga.

Bagi anda yang ingin menghafal al-Qur’an, sangatlah berat jika menghafal al-Qur’an 30 juz dalam satu waktu, seandainya bisapun, maka hafalan tersebut akan segera sirna. Maka para ulama yang berpengalaman di dalam menghafal al-Qur’an menganjurkan untuk membagi tugas yang berat ini kepada bagian-bagian kecil, umpamanya setiap hari anda menghafal satu halaman saja, kalau ini dilakukan secara terus menerus, maka anda akan bisa menghafal al-Qur’an 30 juz dalam waktu satu tahun. Karena setiap juz terdiri dari 20 halaman, untuk menghafalnya diperlukan waktu 20 hari, berarti untuk menghafal 30 juz diperlukan waktu  20 X 30 = 600 hari,  setahun kira-kira terdiri 654 hari. Sisanya yang 54 hari digunakan untuk menguatkan hafalannya.

Intinya, pekerjaan yang berat bagaimanapun juga, jika dipecah-pecah menjadi kecil, maka akan terasa lebih ringan…Bahkan para ulama pun menganjurkan agar di dalam mencari ilmu, hendaknya dilakukan sedikit demi sedikit. Jangan sampai mencari ilmu dengan cara borongan, atau menggunakan sistem SKS ( System Kebut Semalam ),  berkata Imam az- Zuhri :

مَنْ رَامَ الْعِلْمَ جُمْلَةً ذَهَبَ جُمْلَةً

وَإِنَّمَا يُطْلَبُ العِلْمُ عَلَى مَرِّ الْأيَّامِ والليَالِي

“Barang siapa yang belajar sekali langsung banyak, niscaya ilmu itu akan hilang semua darinya...

Karena sesungguhnya ilmu itu hanya bisa dicari secara pelan-pelan, seiring berlalunya hari-hari dan malam.

Seorang penyair pernah menulis :

اليَوْمَ عِلْمٌ وَغَدًا مِثْلُه ، مَن نَخِبَ العِلْمَ الَّتِي تُلتَقَطُ

يَحصُل المَرْءُ بِهَا حِكْمَةً ، وَإِنّمَا السَّيلُ اجْتِمَاع النُقَطِ

“Hari ini belajar, besok juga begitu, barang siapa yang mengambil ilmu sedikit-dikit,

niscaya akan mendapatkan darinya hikmah, karena sesungguhnya air yang melimpah itu terdiri dari tetesan-tetesan .“ [1]

 


[1]. Sholeh Alu Syekh,  Al Manhajiah fi Tholab Ilmi, hal :  5