Karya Tulis
1710 Hits

Kata Pengantar Kekuatan Istighfar

  Alhamdulillah segala puji bagi Allah, Rabb alam semesta, yang telah memberikan kepada kita berbagai nikmat. Sholawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, para sahabatnya, serta para pengikut setianya yang selalu berpegang teguh kepada ajarannya hingga hari kiamat.

          Manusia dalam bahasa Arab disebut dengan al-Insan atau an-Nas yang berakar dari kata nasia yang berarti lupa. Maka sifat manusia adalah pelupa. Di dalam pepatah Arab disebutkan  al-Insan mahallu al-Khatha’ wa an-Nisyan ( manusia tempat salah dan lupa ). Karena sifat pelupa dan mudah lengah dan tergelincir ini, maka Allah selalu mengingatkan manusia dan memberikan kesempatan kepadanya agar segera kembali kepada jalan yang benar dengan beristighfar dan bertaubat kepada-Nya. Tidak sampai situ saja, Allah akan memberikan pahala dan balasan yang baik, bagi yang mau beristighfar dan bertaubat. Bahkan Allah akan melimpahkan rizqi dan anak kepadanya, serta memberikan kesenangan hidup dan ketenangan hati, serta memberikan jalan dan solusi dari setiap kesulitan yang sedang dihadapinya. 

          Buku yang di hadapan para pembaca ini, awalnya adalah sebuah makalah ilmiyah yang ditulis pada tanggal 11 Juli 2007, kemudian disampaikan dalam pengajian rutin di Radio Qomunity, Kairo, pada tanggal  14, 21 dan 28 Juli 2007 M. Setelah terpendam selama 7 tahun lamanya, ada keinginan untuk mempublikasikannya dalam bentuk buku, agar  manfaatnya lebih terasa dan masyarakatpun lebih mudah untuk mendapatkannya. Untuk lebih sempurna, penulis tambahkan beberapa bab baru dan beberapa dalil dari al-Qur’an dan sunnah serta perkataan para ulama.

Tentunya, buku ini masih banyak kekurangannya, maka masukan dan perbaikan dari berbagai pihak sangat diharapkan untuk penyempurnaan buku ini.

Semoga karya kecil ini bermanfaat bagi umat, agar mereka senantiasa mengakui kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa yang mereka perbuat selama ini untuk kemudian bersimpuh di hadapan Allah, memohon ampunan dan rahmat-Nya yang begitu luas, mencakup segala sesuatu di muka bumi ini. Semoga Allah meridhoi dan menjadikannya sebagai pemberat timbangan pada hari kiamat. Amiin.

   Pondok Gede,  12 Dzulhijjah 1435 H/  7 Oktober 2014 M

Ahmad Zain An-Najah