Karya Tulis
67 Hits

Kata Pengantar

Alhamdulillah segala puji bagi Allah, Rabb alam semesta, yang telah memberikan kepada kita berbagai nikmat. Sholawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, para sahabatnya, serta para pengikut setianya yang selalu berpegang teguh kepada ajarannya hingga hari kiamat.

          Dalam pergulatan politik, seringkali seseorang menggunakan cara-cara kekerasan untuk meraih kekuasaan. Dia dengan mudah menumpahkan ribuan darah orang yang tidak berdosa, menggusur bahkan merobohkan ratusan bangunan permanen. Merusak fasilitas umum, menyengsarakan ribuan bahkan jutaan rakyat. Intinya menghalalkan segala cara demi kepentingan pribadi dan kelompoknya. Mengesampingkan seluruh adab, sopan santun, etika, dan perasaan, bahkan tidak berperikemanusiaan sama sekali. Melanggar seluruh aturan yang berlaku, serta mencampakkan hak asasi manusia yang paling mendasar.

          Islam ketika mengizinkan umatnya berperang, mengizinkannya dalam keadaan darurat, ketika tidak ada cara lain kecuali berperang, seperti ketika orang-orang kafir menyerang dan menyerbu negara-negara Islam, atau ketika tidak terjadi ancaman yang kuat dari negara-negara kafir terhadap negara-negara Islam dan tertutupnya pintu dialog. Itupun harus didahului dengan tawaran-tawaran perdamaian agar mereka masuk Islam atau membayar jizyah (upeti).  

          Nabi Yusuf, Nabi  Sulaiman, dan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam telah memberikan contoh yang apik di dalam berpolitik secara santun, jauh dari sifat sombong, angkuh, pongah, kasar dan merusak. Mereka melakukan aktivitas politik tingkat tinggi (high politics). Mereka berhasil menduduki puncak kekuasaan tanpa harus menumpahkan darah, merusak infrastrukutur, ataupun menyengsarakan orang banyak.

          Aktifitas politik seperti inilah yang harus kita kembangkan saat ini, dimana negara-negara modern telah menciptakan sistem politik yang sangat halus, tetapi secara tidak langsung telah melemahkan bahkan menohok kekuatan politik Islam secara tidak terasa. Pelan tapi pasti, mereka telah berhasil menguasai negara-negara Islam secara politik, ekonomi, sosial dan budaya tanpa ada perlawanan yang berarti dari Umat Islam. Maka umat Islam harus bisa mengimbangi permainan mereka dengan cara-cara yang cerdas, santun, tanpa kegaduhan, tetapi bisa menumbangkan kekuatan mereka secara pelan tapi pasti. Ini semua memerlukan ilmu, kesabaran, keuletan, dan tentu saja kecerdasan.

     Buku yang ada di hadapan para pembaca dengan judul  “ Menang Tanpa Perang “ ini adalah materi Kajian Politik Islam yang penulis sampaikan secara berkala setiap hari Senin, sejak tanggal 19  Rabiul Awal 1438 H / 19 Desember 2016 M hingga tanggal 07 Jumadil Akhir 1438 H / 06 Maret 2017 M di Masjid al-Ihsan, Jaka Permai, Bekasi berisi tentang ayat-ayat al-Qur’an yang menjelaskan kepada kita, disela-sela kisah-kisah para Nabi, bagaimana berpolitik secara elegan, sejuk, dan adem. Jauh dari sifat arogan dan kasar, serta merusak yang diambil dari kisah aktifitas politik yang dilakukan Nabi Sulaiman dan Ratu Bilqis di dalam Surat an-Naml. 

          Mudah-mudahan buku ini, bisa memberikan gambaran, walaupun hanya sekilas, tentang wajah Politik Islam yang sebenarnya. Insya Allah ke depan, akan dilanjutkan dengan kisah-kisah lain dalam al-Qur’an terkait dengan aktifitas Politik Islam.

          Yang terakhir, buku yang ringkas ini, tentunya banyak meninggalkan kekurangan, oleh karena itu diharapkan masukan-masukan yang membangun untuk perbaikan buku di masa mendatang. Kesempurnaan hanyalah milik Allah dan manusia sering khilaf dan berbuat salah. Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosa kita dan menunjukkan kepada kita jalan yang lebih lurus. Amien,

Padang, Sumatra Barat,  26 Syawal 1436 H/ 20 Juli 2017 M  

Ahmad Zain An-Najah