Karya Tulis
252 Hits

(Qs. Al-Baqarah: 4-5) Bab 6 - Meyakini Hari Akhir


MEYAKINI HARI AKHIR


وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ ۞ أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ ۞

“Dan mereka yang beriman kepada Kitab (al-Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.  Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.”

(Qs. al-Baqarah: 4-5)

 

Firman-Nya, 

وَبِٱلۡأٓخِرَةِ هُمۡ يُوقِنُونَ

“Dan mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

Sifat kelima orang yang bertakwa adalah mereka yakin dengan hari akhir.

(1) Pengertian Yakin

Yakin secara bahasa adalah tenang. Pecahan dari (yaqina - yuqinu - iqanan - muqinun) yang menunjukkan sesuatu yang tetap. Disebut (yaqinu al-ma-u) yaitu air yang tenang dan tidak berisik. Adapun yakin secara istilah adalah ketenangan hati ketika melakukan suatu amal atau ketetapan hati yang kuat, sesuai dengan ilmu dan tetap serta tidak berubah-ubah.

(2) Makna dari ayat di atas bahwa mereka yakin dengan adanya hari akhir yang meliputi: hari kiamat, alam kubur, padang mahsyar, al-kautsar, matahari yang mendekat, jembatan (shirath), dan lain-lainnya.

Kenapa yakin dengan hari akhir disendirikan dalam ayat ini? Karena kebanyakan orang-orang yang berbuat jahat di dunia ini, mereka tidak meyakini adanya hari akhir atau hari pembalasan.

Allah berfirman,

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ لَهُمۡ عَذَابٞ شَدِيدُۢ بِمَا نَسُواْ يَوۡمَ ٱلۡحِسَابِ  

“Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.” (Qs. Shad: 26)

Ayat di atas menunjukkan bahwa orang-orang yang tersesat dari jalan Allah dan membuat kerusakan di muka bumi akibat lupa dengan hari perhitungan (hari akhir).

Firman-Nya, 

أُوْلَٰٓئِكَ عَلَىٰ هُدٗى مِّن رَّبِّهِمۡۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ

Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.(Qs. al-Baqarah: 5)

(1) Orang-orang bertakwa yang mempunyai 5 sifat di atas merekalah orang-orang yang berada di atas petunjuk Tuhan mereka dan merekalah orang-orang yang beruntung.

Kenapa disebut “di atas petunjuk” tidak disebut “mendapat petunjuk”?

Karena kata “di atas” mengisyaratkan bahwa mereka selalu mendapatkan petunjuk yaitu menunjukkan kontinuitas.

(2) Firman-Nya ( مِّن رَّبِّهِمۡ ) dari Tuhan mereka, mengisyaratkan bahwa yang memberikan petunjuk adalah Tuhan yang menciptakan mereka.

(3) Firman-Nya ( وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ )

Al-Muflihun dari kata “al-Falhu” yang mempunyai dua makna;

(a) Al-Falhu artinya memotong dan membelah.

Maka petani disebut al-Fallah, karena mereka membelah tanah untuk ditanami. Orang yang sukses disebut dengan al-Muflih atau al-Muflihun, karena mereka telah memotong dan membelah kesusahan dan kepenatan serta banyak mengorbankan apa yang mereka miliki untuk mencapai kesuksesan.

(b) Al-Falhu  juga berarti menang dan tetap ada; yaitu orang-orang yang mempunyai 5 sifat di atas dianggap telah menang dan tetap berada dalam lindungan dan pertolongan Allah. Atau bisa diartikan juga bahwa al-Muflihun adalah orang yang telah berhasil mendapatkan surga dan kekal di dalamnya.

Sebagian mengartikan al-Falah adalah orang yang mendapatkan sesuatu yang diinginkan (surga) dan dihindarkan dari sesuatu yang tidak diinginkan (neraka).

Setelah menjelaskan 5 sifat orang-orang bertakwa, kemudian Allah menjelaskan keadaan orang-orang kafir pada ayat berikutnya.

 

***

Ahmad Zain An-Najah

KARYA TULIS