Penulis
3371 Hits

Penculikan Wanita Muslimah di Mesir Berakibat Bentrokan

bentrokTerjadi bentrokan antara sekelompok kaum muslimin dan kristiani di salah satu desa di Mesir. Peristiwa itu terjadi setelah sekelompok kaum muslimin berusaha mengembalikan seorang wanita yang telah masuk Islam diculik oleh para kerabatnya yang beragama Kristen.

Salah seorang Nasrani (yang tidak mau disebutkan namanya) mengatakan, “Bentrokan itu terjadi setelah hilangnya seorang wanita yang biasa dipanggil Dimyanah Mukarram Hana. Ternyata, ia telah masuk Islam dan mengubah namanya menjadi Daliya Mukarram Muhammad, dan telah menikah dengan seorang muslim pada tahun 2006.”

"Seorang saksi mata dari kaum muslimin yang tinggal di desa tersebut mengatakan, “Kerabat wanita tersebut menculiknya dari rumah suaminya di Mesir, sehingga keluarga suaminya menyusulnya untuk mengambilnya. Akhirnya, terjadilah bentrokan antara kerabat wanita yang beragama Kristen dengan kerabat suaminya yang beragama Islam. Peristiwa tersebut terjadi di Desa An-Nazlah, sekitar 170 km dari Kairo.”

Ketika peristiwa tersjadi, polisi pun dikerahkan dan mengepung perdesaan tersebut hingga berhasil menangkap 17 orang tersangka. Saksi mata lain mengatakan, “Polisi telah mengembalikan istri dan anaknya beberapa waktu yang lalu.”

Peristiwa ini sebelumnya pernah terjadi pada tahun 2006. Tujuh orang kerabat dari pihak wanita yang mayoritas beragama Kristen berusaha untuk menculiknya dari rumah suaminya di kota Al-Maraj, Kairo. Hanya saja, usaha mereka menuai kegagalan setelah ia diselamatkan oleh para tetangganya. Lantas, para tetangganya pun melaporkan peristiwa tersebut kepada polisi dan mereka pun ditahan.

Peristiwa penculikan yang dilakukan oleh orang-orang Nasrani terhadap para wanita yang baru masuk Islam sering kali terjadi di Mesir. Para pendeta di Mesir selalu menyebarkan fitnah, khususnya peristiwa-peristiwa bentrokan yang terjadi antara sekelompok kaum muslimin dan kristiani. Mereka berusaha menampakkan bahwa agama Kristen di Mesir selalu ditindas karena minoritas, karena jumlah mereka hanya 6% dari penduduk Mesir. (alm/fani)

sumber: alislamu.com