Ust, Bagaimana menggunakan obat kimia bagi orang yang sudah koma?

Ustadz, ini ada teman yang kecelakaan, sekarang dalam keadaan koma dan tak sadarkan diri. Sekarang di rumah sakit dipasangkan alat bantu nafas dan infus. Para dokter menyatakan bahwa pasien tersebut kemungkinan kecil tertolong, karena otaknya sudah rusak, mereka memberikan dua alternatif penanganan ; yang pertama: dia dibiarkan begitu saja tanpa diobati, yang kedua : diberikan kepadanya obat-obat kimia, tetapi itu ada efek sampingannya, diantaranya sebagian sel-sel dalam tubuhnya akan merusak. Perlu diketahui bahwa dua cara penanganan tersebut sama-sama tidak efektif untuk menolong pasien. Pertanyaannya adalah manakah cara yang terbaik dan sesuai dengan tuntutan Islam ?
Jawaban :
Perlu diketahui bahwa pengobatan tidak harus menggunakan obat-obat kimia. Orang yang sakit yang berusaha untuk menyembuhkan sakitnya dengan cara minum air, maka itu sudah dinamakan berobat. Atau dia memperbanyak istirahat dengan tidur malam yang cukup, maka juga dikatakan dia telah berobat. Bahkan kalau seseorang sakit, kemudian tidak makan beberapa saat, maka juga bisa dikatakan berobat. Bukankah puasa itu menyehatkan. Bahkan sebagian binatang kalau sedang sakitpun, mereka tidak mau makan.
Dari keterangan di atas, bisa disimpulkan bahwa pengobatan yang baik adalah pengobatan yang tidak menggunakan obat-obat kimia, jika hal itu tidak dibutuhkan. Untuk kasus di atas, maka alternatif pertama lebih baik dan lebih sesuai dengan ajaran Islam, hal itu berdasarkan pertimbangan di bawah ini :
- Dia menghindari obat-obat kimia
- Obat-obat kimia tersebut menurut keterangan dokter bisa merusak sebagian organ badannya. Segala sesuatu yang menyebabkan kerusakan, maka wajib ditinggalkan.
- Obat-obat kimia tersebut menurut keterangan dokter tidak bisa menolong pasien
- Keluarganya tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar untuk sesuatu yang belum jelas, apalagi diprediksi akan merusak organ tubuh
- Menyakini bahwa yang bisa menyembuhkan penyakit adalah Allah subhanahu wata’ala, sedang dokter dan obat hanyalah sarana.
Mungkin diantara kita ada yang bertanya ; bukanlah memberikan obat-obat kimia kepada pasien adalah salah satu bentuk usaha yang diperintahan Allah subhanahu wa ta’ala ? Kita katakan bahwa berusaha tidak harus dengan membeli obat-obat kimia dengan harga mahal, tetapi memberikan infus dan alat bantu pernafasan-pun termasuk usaha. Atau memberikan kepada pasien obat-obatan alami atau obat-obat lain yang harganya lebih murah-pun juga salah satu bentuk usaha. Dan Allah tidak membebani seseorang kecuali menurut kemampuannya masing-masing. Selanjutnya kita serahkan nasibnya kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
-

Tanya Jawab Aktual Tentang Shalat
Lihat isinya

Tanya Jawab Aktual Tentang Puasa
Lihat isinya » -

Jilbab Menurut Syari'at Islam (Meluruskan Pandangan Prof. DR. Quraish)
Lihat isinya

Halal dan Haram Dalam Pernikahan (Edisi I)
Lihat isinya » -

Halal dan Haram Dalam Pengobatan (Edisi I)
Lihat isinya

Halal dan Haram Dalam Transaksi Keuangan (edisi 1)
Lihat isinya » -

Nasionalisme
Lihat isinya

Panduan Haji dan Umrah
Lihat isinya » -

Mukjizat Al Qur'an Dalam Kesehatan
Lihat isinya

Berobatlah Dengan Yang Halal (edisi 2 Halal Haram Pengobatan)
Lihat isinya » -

Panduan Praktis Menghitung Zakat
Lihat isinya

Halal dan Haram Dalam Makanan
Lihat isinya » -

Waktumu Adalah Hidupmu, Managemen Waktu dalam Islam
Lihat isinya

Satu Jam Bersama Al-Qur'an
Lihat isinya » -

Jual Beli Terlarang
Lihat isinya

Kekuatan Istighfar
Lihat isinya » -

Panduan Praktis Berqurban
Lihat isinya

Al-Quran dan Kesetaraan Gender
Lihat isinya » -

Banyak Jalan Menuju Surga
Lihat isinya

Meniti Tangga-Tangga Kesuksesan
Lihat isinya » -

Fiqih Ta'ziyah
Lihat isinya

Mengenal Ahlus Sunnah wal Jamaah
Lihat isinya » -

Fiqih Wanita Kontemporer
Lihat isinya

Menang Tanpa Perang
Lihat isinya » -

Masuk Surga Bersama Keluarga
Lihat isinya

Mengetuk Pintu Langit
Lihat isinya » -

Membangun Negara dengan Tauhid
Lihat isinya

Fiqih Masjid (Membahas 53 Hukum Masjid)
Lihat isinya » -

Membuka Pintu Langit
Lihat isinya

Kesabaran yang Indah
Lihat isinya » -

Menembus Pintu Langit
Lihat isinya

Pensucian Jiwa
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah: Al-Fatihah
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 1: Orang-Orang Munafik dalam Al-Qur'an
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 2: Kisah Nabi Adam dan Iblis
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 3: Kisah Bani Israel
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 4: Nabi Sulaiman dan Kaum Yahudi
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 5: Umat Pertengahan
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 6: Hukum-hukum Seputar Ibadah
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 7: Hukum-hukum Pernikahan & Perceraian
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 8: Tidak Ada Paksaan dalam Beragama
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 9: Agama di Sisi Allah, Islam
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 10: Keluarga Imran
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 11: Sebaik-baik Umat
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 12: Empat Sifat Muttaqin
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 13: Dzikir dan Fikir
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 14: Membina Generasi Tangguh
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Juz 5: Qs. 4: 24-147
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Juz 6: Qs. 4: 148-176 & Qs. 5: 1-81
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Juz 7: Qs. 5: 82-120 & Qs. 6: 1-110
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Juz 8: Qs. 6: 111-165 & Qs. 7: 1-87
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Juz 9: Qs. 7: 88-206 & Qs. 8: 1-40
Lihat isinya »