Melepas Alat Bantu Pernapasan Pasien Yang Otaknya Sudah Rusak

Ustadz, salah satu keluarga saya sekarang berbaring di rumah sakit, batang otaknya sudah rusak, selama ini dia dipakaikan alat pemacu pernafasan. Kami sekeluarga sedang bermusyawarah dalam masalah ini, boleh nggak mencabut alat pemacu pernafasan tersebut, mengingat biaya perawatannya mahal, dan kami sudah tidak sanggup lagi ?
Jawaban :
Saudaraku, perlu diketahui bahwa para ulama dan para ahli medis berbeda pendapat di dalam menentukan kematian seseorang :
Pendapat Pertama : bahwa kematian ditandai dengan tidak adanya denyut jantung dan tidak adanya tanda-tanda kehidupan lainnya dalam diri seseorang
Pendapat Kedua : bahwa kematian bisa ditandai dengan rusaknya batang otaknya, walaupun denyut jantungnya masih bergerak, apalagi gerakan tersebut dibantu dengan alat pemacu.
Berdasarkan pendapat kedua, maka dibolehkan keluarganya untuk mencabut alat pemacu pernafasan, jika para dokter menyatakan bahwa batang otaknya sudah rusak. Hal tersebut berdasarkan beberapa pertimbangan :
- Bahwa kematian otak, secara otomatis menyebabkan kematian tubuh secara umum atau hilangnya nyawa.
- Alat bantu pernafasan hanyalah alat yang dipasang di tubuh yang sudah tidak berfungsi lagi.
- Pernyataan bahwa seseorang tersebut dikatakan masih hidup, karena masih ada denyut jantung, tidaklah sepenuhnya benar, karena denyut jantung itu berasal dari alat bantu, bukan dari orang tersebut, buktinya jika alat itu dilepas, maka diapun akan mati.
- Memaksakan diri untuk tetap memasang alat tersebut, padahal batang otaknya sudah mati, adalah memaksakan diri pada hal-hal yang tidak tepat. Karena kita tidak tahu sampai kapan alat itu akan berada pada diri pasien dan berapa besar biaya yang harus ditanggung keluarga untuk sesuatu yang tidak jelas.
- Kenapa kita tidak memberikan alat tersebut kepada orang lain yang lebih membutuhkannya, barangkali dia bisa ditolong nyawanya dengan alat bantu tersebut.
-

Tanya Jawab Aktual Tentang Shalat
Lihat isinya

Tanya Jawab Aktual Tentang Puasa
Lihat isinya » -

Jilbab Menurut Syari'at Islam (Meluruskan Pandangan Prof. DR. Quraish)
Lihat isinya

Halal dan Haram Dalam Pernikahan (Edisi I)
Lihat isinya » -

Halal dan Haram Dalam Pengobatan (Edisi I)
Lihat isinya

Halal dan Haram Dalam Transaksi Keuangan (edisi 1)
Lihat isinya » -

Nasionalisme
Lihat isinya

Panduan Haji dan Umrah
Lihat isinya » -

Mukjizat Al Qur'an Dalam Kesehatan
Lihat isinya

Berobatlah Dengan Yang Halal (edisi 2 Halal Haram Pengobatan)
Lihat isinya » -

Panduan Praktis Menghitung Zakat
Lihat isinya

Halal dan Haram Dalam Makanan
Lihat isinya » -

Waktumu Adalah Hidupmu, Managemen Waktu dalam Islam
Lihat isinya

Satu Jam Bersama Al-Qur'an
Lihat isinya » -

Jual Beli Terlarang
Lihat isinya

Kekuatan Istighfar
Lihat isinya » -

Panduan Praktis Berqurban
Lihat isinya

Al-Quran dan Kesetaraan Gender
Lihat isinya » -

Banyak Jalan Menuju Surga
Lihat isinya

Meniti Tangga-Tangga Kesuksesan
Lihat isinya » -

Fiqih Ta'ziyah
Lihat isinya

Mengenal Ahlus Sunnah wal Jamaah
Lihat isinya » -

Fiqih Wanita Kontemporer
Lihat isinya

Menang Tanpa Perang
Lihat isinya » -

Masuk Surga Bersama Keluarga
Lihat isinya

Mengetuk Pintu Langit
Lihat isinya » -

Membangun Negara dengan Tauhid
Lihat isinya

Fiqih Masjid (Membahas 53 Hukum Masjid)
Lihat isinya » -

Membuka Pintu Langit
Lihat isinya

Kesabaran yang Indah
Lihat isinya » -

Menembus Pintu Langit
Lihat isinya

Pensucian Jiwa
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah: Al-Fatihah
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 1: Orang-Orang Munafik dalam Al-Qur'an
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 2: Kisah Nabi Adam dan Iblis
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 3: Kisah Bani Israel
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 4: Nabi Sulaiman dan Kaum Yahudi
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 5: Umat Pertengahan
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 6: Hukum-hukum Seputar Ibadah
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 7: Hukum-hukum Pernikahan & Perceraian
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 8: Tidak Ada Paksaan dalam Beragama
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 9: Agama di Sisi Allah, Islam
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 10: Keluarga Imran
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 11: Sebaik-baik Umat
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 12: Empat Sifat Muttaqin
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 13: Dzikir dan Fikir
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 14: Membina Generasi Tangguh
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Juz 5: Qs. 4: 24-147
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Juz 6: Qs. 4: 148-176 & Qs. 5: 1-81
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Juz 7: Qs. 5: 82-120 & Qs. 6: 1-110
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Juz 8: Qs. 6: 111-165 & Qs. 7: 1-87
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Juz 9: Qs. 7: 88-206 & Qs. 8: 1-40
Lihat isinya »