Kisah Malaikat dan Adam as ( 5 )
Dan Kami berfirman: “Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim( QS Al Baqarah : 35 )
Di dalam ayat di atas ada beberapa pelajaran diantaranya adalah :
( 1 ) APAKAH MAKSUD DARI PERINTAH ALLAH KEPADA ADAM UNTUK TINGGAL DI DALAM SYURGA .
Kalimat “ Uskun “ yang artinya “ tinggallah “ , di dalam bahasa Arab mengandung makna “ ketenangan “ , karena orang yang tinggal di dalam rumah ( maskan ) akan merasakan ketenangan. Kata “ Sikkin “ yang artinya pisau, berfungsi untuk menenangkan binatang yang akan disembelih sehingga tidak bergerak lagi setelah disembelih. Begitu juga kata “ Miskin “ yang berarti orang yang tidak punya, karena dia tidak banyak bergerak dan beramal. [1]
Kalimat “ Uskun “ berarti juga “ tinggallah sementara “ . Artinya perintah Allah di atas kepada Adam untuk tinggal di syurga bersifat sementara. Karena perintah “ tinggal-lah “ tidak berarti terus memiliki tempat tersebut dan tinggal selamanya. . [2]
( 2 ) KAPAN DAN BAGAIMANA SITI HAWA DICIPTAKAN
Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud dan Ibnu Abbas bahwasanya ketika Adam tinggal di dalam syurga sendiri, dia merasa kesepian, ketika dia sedang tidur, diciptakanlah Siti Hawa dari tulak rusuknya yang pendek dari pinggang kirinya , agar Adam bisa merasa tenang berada di samping Siti Hawa. Inilah arti firman Allah swt :
هُوَ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا
Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya ( qs Al A’raf : 189 )
Di dalam hadist Abu Hurairah ra bahwa Rosulullah saw bersabda : “ Sesungguhnya perempuanitu diciptakan dari tulak rusuk , “ di dalam riwayat lain disebutkan : “ sesungguhnya bagian yang bengkok dari tulang rusuk terdapat disebelah atas, maka jika kalian bersenang-senang denganya akan kalian dapatkan sesuatu yang masih bengkok, dan jika anda ingin meluruskannya hanyalah bisa dengan mematahkannya, yaitu dengan mencerainya . “[3]
Akan tetapi kalau kita melihat bunyi ayat secara seksama seakan-akan menunjukkan bahwa siti Hawa diciptakan sebelum Adam masuk syurga. Inilah yang dinyatakan oleh sebagian ulama dan dipilih oleh Ibnu Katsir di dalam tafsirnya. [4]
( 3 ) SYURGA YANG DITEMPATI NABI ADAM BERADA DI LANGIT ATAU DI BUMI.
Mayoritas Ulama berpendapat bahwa syurga yang ditempati nabi Adam setelah diciptakan Allah adalah syurga yang ada di langit. [5] Mereka merujuk kepada dalil-dalil di bawah ini :
1./ Allah menyebutkan syurga pada ayat di atas dengan menggunakan « alif lam « yang berarti bahwa syurga yang ditempati Adam pada waktu itu adalah syurga yang sudah diketahui orang banyak, yaitu syurga yang berada di langit.
2/ Syurga ini , secara umum , jika seseorang masuk ke dalamnya setelah hari kiamat, niscaya dia tidak akan keluar lagi darinya. Akan tetapi , jika ia masuk sebelum hari kiamat, kemungkinan dia bisa keluar lagi, seperti yang terjadi pada diri nabi Adam, dan juga terjadi pada diri nabi Muhammad saw pada peristiwa Isra’ dan Mi’raj.
3/ Di sana ada beberapa makhluk yang dikehendaki Allah bisa masuk syurga dan keluar lagi, seperti para malaikat . [6]
[1] Lihat Tafsir Qurtubi : 1/ 205
[2] Lihat Tafsir Qurtubi : 1/ 205
[3] Lihat Tafsir Qurtubi : 1/ 205
[4] Tafsir Ibnu Katsir : 1/ 126
[5] Kelompok Mu’tazilah dan Qadariyah berpendapat bahwa syurga yang ditempati nabi Adam pada waktu penciptaannya adalah syurga di bumi, tempatnya di daerah Adan, Yaman. Mereka berdalil bahwa syuga yang dilangit, jika seseoang sudah masuk di dalamnya,niscaya dia tidak akan keluar lagi. Begitu juga di dalamnya tidak ada kebohongan dan tidak ada pula kemaksiatan, sedang Iblis di di alam syurga tersebut telah berbuat maksiat dan berbohong kepada Adam ( Tafsir Qurtubi : 1/ 207 ) Di dalam “ Kitab Muqaddas, di bab : Penciptaan : 7: 2-16 “ kitab suci orang Kristen disebutkan juga bahwa syurga nabi Adam tersebut berada di bumi . Oleh karenanya setiap negara mengaku bahwa daerahnya adalah syurga yang dahulu ditempati Adam as, sebagai contoh orang-orang Afrika mengaku bahwa syurga tersebut berada di daerah garis katulistiwa antara Tanzania dan Kenya, Orang Etopia mengaku syurga tersebut di daerah “ Habasyah “, orang Yaman mengaku bahwa ia berada di daerah Adan, Orang Indian di Amerika Selatan mengaku ia di pegunungan Klorado, Orang Lebanon mengaku bahwa ia di kota Ihdan, begitu juga orang Iraq. Sebagian pendeta Kristen ,setelah mengamati secara seksama ayat-ayatyangada di “ Kitab Muqaddas “ cenderung untuk memilih bahwa syurga Adam tersebut berada di Timur Pelestina dekat dengan Iraq . ( lihat :
http://www.lifeagape.org/arabicqa/other/where%20is%20garden%20of%20eden.htm )
Untuk mengetahui secara lebih luas masalah ini bisa dirujuk Ibnu Qayyim “ Mifta dar As Sa’adah “ , dan “ Hadi Al Arwah “ , hlm : 46 , Ibnu Katsir “ Bidayah wa Nihayah “ hlm : 69-71, Tafsir Ibnu Katsir : 1/ 126 , Ibnu Taimiyah “ Nubuwat “ : 2/ 705 , Majmu’ Fatawa : 4/ 347 , Sidiq Khan, “ Yaqdho Ulil I’tibar, , hlm : 45, Umar Al Asyqar , Al Janna wa Annar, hlm : 21 ) Bisa dilihat juga di dalam situs :
http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?p=222931
[6] Lihat Tafsir Qurtubi : 1/ 208
-

Tanya Jawab Aktual Tentang Shalat
Lihat isinya

Tanya Jawab Aktual Tentang Puasa
Lihat isinya » -

Jilbab Menurut Syari'at Islam (Meluruskan Pandangan Prof. DR. Quraish)
Lihat isinya

Halal dan Haram Dalam Pernikahan (Edisi I)
Lihat isinya » -

Halal dan Haram Dalam Pengobatan (Edisi I)
Lihat isinya

Halal dan Haram Dalam Transaksi Keuangan (edisi 1)
Lihat isinya » -

Nasionalisme
Lihat isinya

Panduan Haji dan Umrah
Lihat isinya » -

Mukjizat Al Qur'an Dalam Kesehatan
Lihat isinya

Berobatlah Dengan Yang Halal (edisi 2 Halal Haram Pengobatan)
Lihat isinya » -

Panduan Praktis Menghitung Zakat
Lihat isinya

Halal dan Haram Dalam Makanan
Lihat isinya » -

Waktumu Adalah Hidupmu, Managemen Waktu dalam Islam
Lihat isinya

Satu Jam Bersama Al-Qur'an
Lihat isinya » -

Jual Beli Terlarang
Lihat isinya

Kekuatan Istighfar
Lihat isinya » -

Panduan Praktis Berqurban
Lihat isinya

Al-Quran dan Kesetaraan Gender
Lihat isinya » -

Banyak Jalan Menuju Surga
Lihat isinya

Meniti Tangga-Tangga Kesuksesan
Lihat isinya » -

Fiqih Ta'ziyah
Lihat isinya

Mengenal Ahlus Sunnah wal Jamaah
Lihat isinya » -

Fiqih Wanita Kontemporer
Lihat isinya

Menang Tanpa Perang
Lihat isinya » -

Masuk Surga Bersama Keluarga
Lihat isinya

Mengetuk Pintu Langit
Lihat isinya » -

Membangun Negara dengan Tauhid
Lihat isinya

Fiqih Masjid (Membahas 53 Hukum Masjid)
Lihat isinya » -

Membuka Pintu Langit
Lihat isinya

Kesabaran yang Indah
Lihat isinya » -

Menembus Pintu Langit
Lihat isinya

Pensucian Jiwa
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah: Al-Fatihah
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 1: Orang-Orang Munafik dalam Al-Qur'an
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 2: Kisah Nabi Adam dan Iblis
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 3: Kisah Bani Israel
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 4: Nabi Sulaiman dan Kaum Yahudi
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 5: Umat Pertengahan
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 6: Hukum-hukum Seputar Ibadah
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 7: Hukum-hukum Pernikahan & Perceraian
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 8: Tidak Ada Paksaan dalam Beragama
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 9: Agama di Sisi Allah, Islam
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 10: Keluarga Imran
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 11: Sebaik-baik Umat
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 12: Empat Sifat Muttaqin
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 13: Dzikir dan Fikir
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 14: Membina Generasi Tangguh
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Juz 5: Qs. 4: 24-147
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Juz 6: Qs. 4: 148-176 & Qs. 5: 1-81
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Juz 7: Qs. 5: 82-120 & Qs. 6: 1-110
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Juz 8: Qs. 6: 111-165 & Qs. 7: 1-87
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Juz 9: Qs. 7: 88-206 & Qs. 8: 1-40
Lihat isinya »