Karya Tulis
44 Hits

Tafsir An-Najah (Qs. 7: 134-137) Kehancuran Fir'aun


وَلَمَّا وَقَعَ عَلَیۡهِمُ ٱلرِّجۡزُ قَالُوا۟ یَـٰمُوسَى ٱدۡعُ لَنَا رَبَّكَ بِمَا عَهِدَ عِندَكَۖ لَىِٕن كَشَفۡتَ عَنَّا ٱلرِّجۡزَ لَنُؤۡمِنَنَّ لَكَ وَلَنُرۡسِلَنَّ مَعَكَ بَنِیۤ إِسۡرَ ٰ⁠ۤءِیلَ 

“Dan ketika mereka ditimpa adzab (yang telah diterangkan itu) merekapun berkata: "Hai Musa, mohonkanlah untuk kami kepada Tuhamnu dengan (perantaraan) kenabian yang diketahui Allah ada pada sisimu. Sesungguhnya jika kamu dapat menghilangkan adzab itu dan pada kami, pasti kami akan beriman kepadamu dan akan kami biarkan Bani Israel pergi bersamamu".”

(Qs. al-A’raf: 134)


Pelajaran (1) Tertimpa Penyakit Tha'un

(1) Firman-Nya, 

وَلَمَّا وَقَعَ عَلَیۡهِمُ ٱلرِّجۡزُ

“Dan ketika mereka ditimpa adzab (yang telah diterangkan itu).”

(a) Kata (ٱلرِّجۡزُ) artinya adzab atau siksa. Tetapi dalam ayat, menurut Ibnu al-Jauzi para ulama berbeda pendapat di dalam menafsirkannya:

(a.1) Maksudnya di sini adalah lima bencana yang menimpa Fir'aun dan para pengikutnya yang telah diterangkan pada ayat sebelumnya. 

(a.2) Maksudnya adalah penyakit tha'un yang menyebabkan matinya 70.000 orang dari kalangan Bani Israel. Ini pendapat Sa'id bin Jubair. 

(b) Ayat ini menunjukkan sikap kontradiktif dan ketidak-konsistenan dari Fir'aun dan pengikutnya, selama ini dia mendustakan Nabi Musa, tetapi ketika tertimpa musibah, dia berjanji untuk beriman dan membebaskan Bani Israel dari perbudakan. Walaupun kemudian dia menyelisihi janjinya berkali-kali. 

Dari situ diketahui bahwa komitmennya untuk beriman kepada Nabi Musa jika adzab itu diangkat hanyalah pepesan kosong, janji palsu yang tidak pernah ditepatinya. Dia semata-mata hanya ingin selamat dari adzab Allah di dunia saja, tanpa mau beriman kepada-Nya. 

(2) Firman-Nya, 

 فَلَمَّا كَشَفۡنَا عَنۡهُمُ ٱلرِّجۡزَ إِلَىٰۤ أَجَلٍ هُم بَـٰلِغُوهُ إِذَا هُمۡ یَنكُثُونَ 

“Maka setelah Kami hilangkan adzab itu dari mereka hingga batas waktu yang mereka sampai kepadanya, tiba-tiba mereka mengingkarinya.” (Qs. al-A’raf: 135)

(a) Di sini Allah tidak mengangkat adzab dari Fir'aun dan pengikutnya selamanya, tetapi sifatnya hanya sementara sampai waktu yang Allah tentukan. Jika mereka masih mendustakan ayat-ayat Allah dan Rasul-Nya, maka Allah pasti akan membinasakan mereka. 

(b) Adapun maksud dari “hingga batas waktu yang mereka sampai”, yaitu sampai waktu tenggelamnya Fir'aun dan bala tentaranya.


Pelajaran (2) Tenggelamnya Fir'aun dan Bala Tentaranya

فَٱنتَقَمۡنَا مِنۡهُمۡ فَأَغۡرَقۡنَـٰهُمۡ فِی ٱلۡیَمِّ بِأَنَّهُمۡ كَذَّبُوا۟ بِـَٔایَـٰتِنَا وَكَانُوا۟ عَنۡهَا غَـٰفِلِینَ 

“Kemudian Kami menghukum mereka, maka Kami tenggelamkan mereka di laut disebabkan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka adalah orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami itu.” (Qs. al-A’raf: 136)

(a) Allah membalas kejahatan yang selama ini mereka lakukan dengan menenggelamkan mereka ke dalam lautan. 

Ini adalah cara yang paling efektif dan praktis untuk membinasakan mereka, yaitu mereka mendatangi lautan dengan kemauan diri mereka sendiri, tujuannya adalah untuk membinasakan Bani Israel. Tetapi yang terjadi justru mereka sendiri yang binasa. Itulah rencana Allah, sebaik-baik pembuat rencana. 

Allah berfirman, 

وَمَكَرُوا۟ وَمَكَرَ ٱللَّهُۖ وَٱللَّهُ خَیۡرُ ٱلۡمَـٰكِرِینَ 

“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.” (Qs. Ali 'Imran: 54)

Lautan yang luas telah menjadi kuburan mereka, sehingga Bani Israel tidak perlu bersusah payah menguburkan jasad mereka. 

(b) Terdapat dua dosa besar yang menyebabkan mereka ditenggelamkan Allah ke dalam lautan, yaitu: 

(b.1) Mereka mendustakan ayat-ayat Allah yang sudah sangat jelas dan terang benderang kebenarannya. 

Nabi Musa telah mendatangkan sembilan mukjizat secara silih berganti di hadapan Fir'aun dan para pengikutnya. Tetapi tetap saja, mereka tidak bergeming dari kesesatan mereka. 

(b.2) Mereka lalai dari mentadabburi dan merenungi ayat-ayat tersebut. 


Pelajaran (3) Bani Israel Mewarisi Bumi 

وَأَوۡرَثۡنَا ٱلۡقَوۡمَ ٱلَّذِینَ كَانُوا۟ یُسۡتَضۡعَفُونَ مَشَـٰرِقَ ٱلۡأَرۡضِ وَمَغَـٰرِبَهَا ٱلَّتِی بَـٰرَكۡنَا فِیهَاۖ وَتَمَّتۡ كَلِمَتُ رَبِّكَ ٱلۡحُسۡنَىٰ عَلَىٰ بَنِیۤ إِسۡرَ ٰ⁠ۤءِیلَ بِمَا صَبَرُوا۟ۖ وَدَمَّرۡنَا مَا كَانَ یَصۡنَعُ فِرۡعَوۡنُ وَقَوۡمُهُۥ وَمَا كَانُوا۟ یَعۡرِشُونَ 

“Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israel disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir'aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka.” (Qs. al-A'raf: 137)

(1) Firman-Nya, 

وَأَوۡرَثۡنَا ٱلۡقَوۡمَ ٱلَّذِینَ كَانُوا۟ یُسۡتَضۡعَفُونَ

“Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu.”

(a) Ketika Allah menceritakan tentang kehancuran Fir'aun dan bala tentaranya, pada saat yang sama Allah mengungkap kemenangan Bani Israel dan merekalah yang akan mewarisi bumi yang ditinggalkan oleh Fir'aun. 

(b) Pada ayat di atas disebutkan “Mereka yang dahulu tertindas”, ini menunjukkan kaum yang tertindas, jika Allah menghendaki, suatu ketika mereka akan berkuasa di muka bumi menggantikan penguasa sebelumnya yang menindas mereka. Ini sesuai dengan firman-Nya, 

وَنُرِيدُ أَنْ نَمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الأرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَنَجْعَلَهُمُ الْوَارِثِينَ

“Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi).” (Qs. al-Qashash: 5)

(c) Yang dimaksud kaum tertindas pada ayat di atas adalah Bani Israel. Merekalah yang akan mewarisi apa-apa yang ditinggalkan oleh Fir'aun dan bala tentaranya. Ini sesuai dengan firman-Nya, 

فَأَخۡرَجۡنَـٰهُم مِّن جَنَّـٰتࣲ وَعُیُونࣲ ۞ وَكُنُوزࣲ وَمَقَامࣲ كَرِیمࣲ ۞ كَذَ ٰ⁠لِكَۖ وَأَوۡرَثۡنَـٰهَا بَنِیۤ إِسۡرَ ٰ⁠ۤءِیلَ۞

“Maka Kami keluarkan Fir'aun dan kaumnya dari taman-taman dan mata air, dan (dari) perbendaharaan dan kedudukan yang mulia. Demikianlah halnya dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani Israel” (Qs. asy-Syu'ara’: 57-59)

Pada ayat ini disebut Bani Israel secara tegas. Ini sebagai penjelasan dari ayat-ayat lain yang tidak menyebutkan nama Bani Israel seperti di dalam beberapa firman-Nya, yaitu: 

(c.1) Firman-Nya, 

كَمْ تَرَكُوا مِنْ جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ ۞ وَزُرُوعٍ وَمَقَامٍ كَرِيم وَنَعْمَةٍ كَانُوا فِيهَا فَاكِهِينَ ۞ كَذَلِكَ وَأَوْرَثْنَاهَا قَوْمًا آخَرِينَ۞ 

“Alangkah banyaknya taman dan mata air yang mereka tinggalkan, dan kebun-kebun serta tempat-tempat yang indah-indah, dan kesenangan-kesenangan yang mereka menikmatinya.” (Qs. ad-Dukhan: 25-27)

(c.2) Firman-Nya, 

وَنُرِيدُ أَنْ نَمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الأرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَنَجْعَلَهُمُ الْوَارِثِينَ

“Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi).” (Qs. al-Qashash: 5)

(d) Ayat di atas juga menunjukkan bahwa kehidupan itu bagai roda, dia akan berputar, bagian bawah akan ke atas dan bagian atas akan ke bawah. Allah berfirman, 

إِن یَمۡسَسۡكُمۡ قَرۡحࣱ فَقَدۡ مَسَّ ٱلۡقَوۡمَ قَرۡحࣱ مِّثۡلُهُۥۚ وَتِلۡكَ ٱلۡأَیَّامُ نُدَاوِلُهَا بَیۡنَ ٱلنَّاسِ وَلِیَعۡلَمَ ٱللَّهُ ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ وَیَتَّخِذَ مِنكُمۡ شُهَدَاۤءَۗ وَٱللَّهُ لَا یُحِبُّ ٱلظَّـٰلِمِینَ 

“Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada'. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zhalim.” (Qs. Ali 'Imran: 140)

(2) Firman-Nya,

مَشَـٰرِقَ ٱلۡأَرۡضِ وَمَغَـٰرِبَهَا ٱلَّتِی بَـٰرَكۡنَا فِیهَاۖ

“Negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya.”

Para ulama berbeda pendapat di dalam menafsirkan ayat di atas:

(a) Pertama, maksudnya adalah Mesir dan Syam. Menurut ar-Razi kedua wilayah tersebut selama ini dikuasai oleh Fir'aun. 

Ini dikuatkan oleh firman-Nya, 

وَنَجَّیۡنَـٰهُ وَلُوطًا إِلَى ٱلۡأَرۡضِ ٱلَّتِی بَـٰرَكۡنَا فِیهَا لِلۡعَـٰلَمِینَ 

“Dan Kami seIamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia.” (Qs. al-Anbiya': 71)

Yang dimaksud tanah yang diberkahi pada ayat ini adalah Syam, karena Nabi Ibrahim berhijrah dari Irak ke Palestina dan Nabi Luth pergi ke Yordania, keduanya termasuk wilayah Syam. 

Begitu juga firman-Nya, 

وَلِسُلَیۡمَـٰنَ ٱلرِّیحَ عَاصِفَةࣰ تَجۡرِی بِأَمۡرِهِۦۤ إِلَى ٱلۡأَرۡضِ ٱلَّتِی بَـٰرَكۡنَا فِیهَاۚ وَكُنَّا بِكُلِّ شَیۡءٍ عَـٰلِمِینَ 

“Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Qs. al-Anbiya': 81)

Bumi yang diberkahi pada ayat ini adalah Palestina, karena kerajaan Nabi Sulaiman berada di Palestina, dan Palestina termasuk wilayah Syam. 

(b) Kedua, maksudnya di sini adalah bumi secara umum. Hal itu karena Nabi Daud dan Nabi Sulaiman telah menguasai wilayah yang luas pada zamannya, sedangkan keduanya termasuk dalam golongan Bani Israel. 

(3) Firman-Nya, 

وَتَمَّتۡ كَلِمَتُ رَبِّكَ ٱلۡحُسۡنَىٰ عَلَىٰ بَنِیۤ إِسۡرَ ٰ⁠ۤءِیلَ بِمَا صَبَرُوا۟ۖ

“Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israel disebabkan kesabaran mereka.”

(a) Para ulama berbeda pendapat tentang yang dimaksud “Kalimat Tuhan-mu” pada ayat di atas:

(a.1) Mayoritas ulama mengatakan bahwa yang dimaksud “Kalimat Tuhan-mu” pada ayat di atas adalah  firman Allah, 

وَنُرِيدُ أَنْ نَمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الأرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَنَجْعَلَهُمُ الْوَارِثِينَ ۞ وَنُمَكِّنَ لَهُمْ فِي الأرْضِ وَنُرِيَ فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَجُنُودَهُمَا مِنْهُمْ مَا كَانُوا يَحْذَرُونَ۞ 

“Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi). Dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Fir'aun dan Haman beserta tentaranya apa yang se- lalu mereka khawatirkan dari mereka itu.” (Qs. al-Qashash: 5-6)

(a.2) Sedangkan menurut Mujahid bahwa “Kalimat Allah” yang dimaksud adalah firman-Nya, 

عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُهْلِكَ عَدُوَّكُمْ وَيَسْتَخْلِفَكُمْ فِي ٱلأَرْضِ

“Mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi(Nya), maka Allah akan melihat bagaimana perbuatanmu.” (Qs. al-A’raf: 129)

(b) Karunia Allah kepada Bani Israel untuk mewarisi bumi ini, dikarenakan kesabaran mereka di dalam menghadapi ujian-ujian yang Allah timpakan kepada mereka. 

Berkata Makki, “Musibah dan ujian jika dihadapi dengan kesabaran dan mengharapkan pertolongan Allah, maka akan dibalas dengan datangnya pertolongan Allah yang selama ini ditunggu.”

(c) Dengan yakin dan kesabaran, seseorang akan mencapai keberhasilan dan kemenangan. Allah berfirman, 

وَجَعَلۡنَا مِنۡهُمۡ أَىِٕمَّةࣰ یَهۡدُونَ بِأَمۡرِنَا لَمَّا صَبَرُوا۟ۖ وَكَانُوا۟ بِـَٔایَـٰتِنَا یُوقِنُونَ 

“Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.” (Qs. as-Sajdah: 24)

(4) Firman-Nya, 

 وَدَمَّرۡنَا مَا كَانَ یَصۡنَعُ فِرۡعَوۡنُ وَقَوۡمُهُۥ وَمَا كَانُوا۟ یَعۡرِشُونَ 

“Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.”  

(a)  Berkata al-Laits kata (الدمار) artinya kehancuran total.

Adapun maksud dari (وَدَمَّرۡنَا) di sini artinya, Kami binasakan Fir'aun dan bala tentara nya secara total dengan menenggelamkan mereka di laut merah. Ini sesuai dengan perkataan Ibnu ‘Abbas bahwa yang binasa adalah orangnya.

Adapun menurut Ibnu Katsir yang hancur adalah bangunan dan perkebunan. 

(b) Kata (یَعۡرِشُونَ) artinya apa yang mereka tinggikan dari bangunan, seperti gedung pencakar langit yang dibangun Haman.

 

***

Karawang, Kamis, 16 November 2023

Pelajaran (1) Tertimpa Penyakit Tha'un

(1) Firman-Nya,

وَلَمَّا وَقَعَ عَلَیۡهِمُ ٱلرِّجۡزُ

“Dan ketika mereka ditimpa adzab (yang telah diterangkan itu).”

(a) Kata (ٱلرِّجۡزُ) artinya adzab atau siksa. Tetapi dalam ayat, menurut Ibnu al-Jauzi para ulama berbeda pendapat di dalam menafsirkannya:

(a.1) Maksudnya di sini adalah lima bencana yang menimpa Fir'aun dan para pengikutnya yang telah diterangkan pada ayat sebelumnya.

(a.2) Maksudnya adalah penyakit tha'un yang menyebabkan matinya 70.000 orang dari kalangan Bani Israel. Ini pendapat Sa'id bin Jubair.

(b) Ayat ini menunjukkan sikap kontradiktif dan ketidak-konsistenan dari Fir'aun dan pengikutnya, selama ini dia mendustakan Nabi Musa, tetapi ketika tertimpa musibah, dia berjanji untuk beriman dan membebaskan Bani Israel dari perbudakan. Walaupun kemudian dia menyelisihi janjinya berkali-kali.

Dari situ diketahui bahwa komitmennya untuk beriman kepada Nabi Musa jika adzab itu diangkat hanyalah pepesan kosong, janji palsu yang tidak pernah ditepatinya. Dia semata-mata hanya ingin selamat dari adzab Allah di dunia saja, tanpa mau beriman kepada-Nya.

(2) Firman-Nya,

 فَلَمَّا كَشَفۡنَا عَنۡهُمُ ٱلرِّجۡزَ إِلَىٰۤ أَجَلٍ هُم بَـٰلِغُوهُ إِذَا هُمۡ یَنكُثُونَ

“Maka setelah Kami hilangkan adzab itu dari mereka hingga batas waktu yang mereka sampai kepadanya, tiba-tiba mereka mengingkarinya.” (Qs. al-A’raf: 135)

(a) Di sini Allah tidak mengangkat adzab dari Fir'aun dan pengikutnya selamanya, tetapi sifatnya hanya sementara sampai waktu yang Allah tentukan. Jika mereka masih mendustakan ayat-ayat Allah dan Rasul-Nya, maka Allah pasti akan membinasakan mereka.

(b) Adapun maksud dari “hingga batas waktu yang mereka sampai”, yaitu sampai waktu tenggelamnya Fir'aun dan bala tentaranya.

 

Pelajaran (2) Tenggelamnya Fir'aun dan Bala Tentaranya

فَٱنتَقَمۡنَا مِنۡهُمۡ فَأَغۡرَقۡنَـٰهُمۡ فِی ٱلۡیَمِّ بِأَنَّهُمۡ كَذَّبُوا۟ بِـَٔایَـٰتِنَا وَكَانُوا۟ عَنۡهَا غَـٰفِلِینَ

“Kemudian Kami menghukum mereka, maka Kami tenggelamkan mereka di laut disebabkan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka adalah orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami itu.” (Qs. al-A’raf: 136)

(a) Allah membalas kejahatan yang selama ini mereka lakukan dengan menenggelamkan mereka ke dalam lautan.

Ini adalah cara yang paling efektif dan praktis untuk membinasakan mereka, yaitu mereka mendatangi lautan dengan kemauan diri mereka sendiri, tujuannya adalah untuk membinasakan Bani Israel. Tetapi yang terjadi justru mereka sendiri yang binasa. Itulah rencana Allah, sebaik-baik pembuat rencana.

Allah berfirman,

وَمَكَرُوا۟ وَمَكَرَ ٱللَّهُۖ وَٱللَّهُ خَیۡرُ ٱلۡمَـٰكِرِینَ

“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.” (Qs. Ali 'Imran: 54)

Lautan yang luas telah menjadi kuburan mereka, sehingga Bani Israel tidak perlu bersusah payah menguburkan jasad mereka.

(b) Terdapat dua dosa besar yang menyebabkan mereka ditenggelamkan Allah ke dalam lautan, yaitu:

(b.1) Mereka mendustakan ayat-ayat Allah yang sudah sangat jelas dan terang benderang kebenarannya.

Nabi Musa telah mendatangkan sembilan mukjizat secara silih berganti di hadapan Fir'aun dan para pengikutnya. Tetapi tetap saja, mereka tidak bergeming dari kesesatan mereka.

(b.2) Mereka lalai dari mentadabburi dan merenungi ayat-ayat tersebut.

 

Pelajaran (3) Bani Israel Mewarisi Bumi

وَأَوۡرَثۡنَا ٱلۡقَوۡمَ ٱلَّذِینَ كَانُوا۟ یُسۡتَضۡعَفُونَ مَشَـٰرِقَ ٱلۡأَرۡضِ وَمَغَـٰرِبَهَا ٱلَّتِی بَـٰرَكۡنَا فِیهَاۖ وَتَمَّتۡ كَلِمَتُ رَبِّكَ ٱلۡحُسۡنَىٰ عَلَىٰ بَنِیۤ إِسۡرَ ٰۤءِیلَ بِمَا صَبَرُوا۟ۖ وَدَمَّرۡنَا مَا كَانَ یَصۡنَعُ فِرۡعَوۡنُ وَقَوۡمُهُۥ وَمَا كَانُوا۟ یَعۡرِشُونَ

“Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israel disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir'aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka.” (Qs. al-A'raf: 137)

(1) Firman-Nya,

وَأَوۡرَثۡنَا ٱلۡقَوۡمَ ٱلَّذِینَ كَانُوا۟ یُسۡتَضۡعَفُونَ

“Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu.”

(a) Ketika Allah menceritakan tentang kehancuran Fir'aun dan bala tentaranya, pada saat yang sama Allah mengungkap kemenangan Bani Israel dan merekalah yang akan mewarisi bumi yang ditinggalkan oleh Fir'aun.

(b) Pada ayat di atas disebutkan “Mereka yang dahulu tertindas”, ini menunjukkan kaum yang tertindas, jika Allah menghendaki, suatu ketika mereka akan berkuasa di muka bumi menggantikan penguasa sebelumnya yang menindas mereka. Ini sesuai dengan firman-Nya,

وَنُرِيدُ أَنْ نَمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الأرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَنَجْعَلَهُمُ الْوَارِثِينَ

“Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi).” (Qs. al-Qashash: 5)

(c) Yang dimaksud kaum tertindas pada ayat di atas adalah Bani Israel. Merekalah yang akan mewarisi apa-apa yang ditinggalkan oleh Fir'aun dan bala tentaranya. Ini sesuai dengan firman-Nya,

فَأَخۡرَجۡنَـٰهُم مِّن جَنَّـٰتࣲ وَعُیُونࣲ ۞ وَكُنُوزࣲ وَمَقَامࣲ كَرِیمࣲ ۞ كَذَ ٰلِكَۖ وَأَوۡرَثۡنَـٰهَا بَنِیۤ إِسۡرَ ٰۤءِیلَ۞

“Maka Kami keluarkan Fir'aun dan kaumnya dari taman-taman dan mata air, dan (dari) perbendaharaan dan kedudukan yang mulia. Demikianlah halnya dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani Israel” (Qs. asy-Syu'ara’: 57-59)

Pada ayat ini disebut Bani Israel secara tegas. Ini sebagai penjelasan dari ayat-ayat lain yang tidak menyebutkan nama Bani Israel seperti di dalam beberapa firman-Nya, yaitu:

(c.1) Firman-Nya,

كَمْ تَرَكُوا مِنْ جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ ۞ وَزُرُوعٍ وَمَقَامٍ كَرِيم وَنَعْمَةٍ كَانُوا فِيهَا فَاكِهِينَ ۞ كَذَلِكَ وَأَوْرَثْنَاهَا قَوْمًا آخَرِينَ۞

“Alangkah banyaknya taman dan mata air yang mereka tinggalkan, dan kebun-kebun serta tempat-tempat yang indah-indah, dan kesenangan-kesenangan yang mereka menikmatinya.” (Qs. ad-Dukhan: 25-27)

(c.2) Firman-Nya,

وَنُرِيدُ أَنْ نَمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الأرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَنَجْعَلَهُمُ الْوَارِثِينَ

“Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi).” (Qs. al-Qashash: 5)

(d) Ayat di atas juga menunjukkan bahwa kehidupan itu bagai roda, dia akan berputar, bagian bawah akan ke atas dan bagian atas akan ke bawah. Allah berfirman,

إِن یَمۡسَسۡكُمۡ قَرۡحࣱ فَقَدۡ مَسَّ ٱلۡقَوۡمَ قَرۡحࣱ مِّثۡلُهُۥۚ وَتِلۡكَ ٱلۡأَیَّامُ نُدَاوِلُهَا بَیۡنَ ٱلنَّاسِ وَلِیَعۡلَمَ ٱللَّهُ ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ وَیَتَّخِذَ مِنكُمۡ شُهَدَاۤءَۗ وَٱللَّهُ لَا یُحِبُّ ٱلظَّـٰلِمِینَ

“Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada'. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zhalim.” (Qs. Ali 'Imran: 140)

(2) Firman-Nya,

مَشَـٰرِقَ ٱلۡأَرۡضِ وَمَغَـٰرِبَهَا ٱلَّتِی بَـٰرَكۡنَا فِیهَاۖ

“Negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya.”

Para ulama berbeda pendapat di dalam menafsirkan ayat di atas:

(a) Pertama, maksudnya adalah Mesir dan Syam. Menurut ar-Razi kedua wilayah tersebut selama ini dikuasai oleh Fir'aun.

Ini dikuatkan oleh firman-Nya,

وَنَجَّیۡنَـٰهُ وَلُوطًا إِلَى ٱلۡأَرۡضِ ٱلَّتِی بَـٰرَكۡنَا فِیهَا لِلۡعَـٰلَمِینَ

“Dan Kami seIamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia.” (Qs. al-Anbiya': 71)

Yang dimaksud tanah yang diberkahi pada ayat ini adalah Syam, karena Nabi Ibrahim berhijrah dari Irak ke Palestina dan Nabi Luth pergi ke Yordania, keduanya termasuk wilayah Syam.

Begitu juga firman-Nya,

وَلِسُلَیۡمَـٰنَ ٱلرِّیحَ عَاصِفَةࣰ تَجۡرِی بِأَمۡرِهِۦۤ إِلَى ٱلۡأَرۡضِ ٱلَّتِی بَـٰرَكۡنَا فِیهَاۚ وَكُنَّا بِكُلِّ شَیۡءٍ عَـٰلِمِینَ

“Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Qs. al-Anbiya': 81)

Bumi yang diberkahi pada ayat ini adalah Palestina, karena kerajaan Nabi Sulaiman berada di Palestina, dan Palestina termasuk wilayah Syam.

(b) Kedua, maksudnya di sini adalah bumi secara umum. Hal itu karena Nabi Daud dan Nabi Sulaiman telah menguasai wilayah yang luas pada zamannya, sedangkan keduanya termasuk dalam golongan Bani Israel.

(3) Firman-Nya,

وَتَمَّتۡ كَلِمَتُ رَبِّكَ ٱلۡحُسۡنَىٰ عَلَىٰ بَنِیۤ إِسۡرَ ٰۤءِیلَ بِمَا صَبَرُوا۟ۖ

“Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israel disebabkan kesabaran mereka.”

(a) Para ulama berbeda pendapat tentang yang dimaksud “Kalimat Tuhan-mu” pada ayat di atas:

(a.1) Mayoritas ulama mengatakan bahwa yang dimaksud “Kalimat Tuhan-mu” pada ayat di atas adalah  firman Allah,

وَنُرِيدُ أَنْ نَمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الأرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَنَجْعَلَهُمُ الْوَارِثِينَ ۞ وَنُمَكِّنَ لَهُمْ فِي الأرْضِ وَنُرِيَ فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَجُنُودَهُمَا مِنْهُمْ مَا كَانُوا يَحْذَرُونَ۞

“Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi). Dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Fir'aun dan Haman beserta tentaranya apa yang se- lalu mereka khawatirkan dari mereka itu.” (Qs. al-Qashash: 5-6)

(a.2) Sedangkan menurut Mujahid bahwa “Kalimat Allah” yang dimaksud adalah firman-Nya,

عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُهْلِكَ عَدُوَّكُمْ وَيَسْتَخْلِفَكُمْ فِي ٱلأَرْضِ

“Mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi(Nya), maka Allah akan melihat bagaimana perbuatanmu.” (Qs. al-A’raf: 129)

(b) Karunia Allah kepada Bani Israel untuk mewarisi bumi ini, dikarenakan kesabaran mereka di dalam menghadapi ujian-ujian yang Allah timpakan kepada mereka.

Berkata Makki, “Musibah dan ujian jika dihadapi dengan kesabaran dan mengharapkan pertolongan Allah, maka akan dibalas dengan datangnya pertolongan Allah yang selama ini ditunggu.”

(c) Dengan yakin dan kesabaran, seseorang akan mencapai keberhasilan dan kemenangan. Allah berfirman,

وَجَعَلۡنَا مِنۡهُمۡ أَىِٕمَّةࣰ یَهۡدُونَ بِأَمۡرِنَا لَمَّا صَبَرُوا۟ۖ وَكَانُوا۟ بِـَٔایَـٰتِنَا یُوقِنُونَ

“Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.” (Qs. as-Sajdah: 24)

(4) Firman-Nya,

 وَدَمَّرۡنَا مَا كَانَ یَصۡنَعُ فِرۡعَوۡنُ وَقَوۡمُهُۥ وَمَا كَانُوا۟ یَعۡرِشُونَ

“Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.” 

(a)  Berkata al-Laits kata (الدمار) artinya kehancuran total.

Adapun maksud dari (وَدَمَّرۡنَا) di sini artinya, Kami binasakan Fir'aun dan bala tentara nya secara total dengan menenggelamkan mereka di laut merah. Ini sesuai dengan perkataan Ibnu ‘Abbas bahwa yang binasa adalah orangnya.

Adapun menurut Ibnu Katsir yang hancur adalah bangunan dan perkebunan.

(b) Kata (یَعۡرِشُونَ) artinya apa yang mereka tinggikan dari bangunan, seperti gedung pencakar langit yang dibangun Haman.

***

Karawang, Kamis, 16 November 2023
KARYA TULIS