Tafsir An-Najah (Qs. 7: 144-145) Turunnya Kitab Taurat

قَالَ يَٰمُوسَىٰٓ إِنِّي ٱصۡطَفَيۡتُكَ عَلَى ٱلنَّاسِ بِرِسَٰلَٰتِي وَبِكَلَٰمِي فَخُذۡ مَآ ءَاتَيۡتُكَ وَكُن مِّنَ ٱلشَّٰكِرِينَ
“Allah berfirman: "Hai Musa, sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) kamu dan manusia yang lain (di masamu) untuk membawa risalah-Ku dan untuk berbicara langsung dengan-Ku, sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur".”
(Qs. al-A’raf: 144)
Pelajaran (1) Bersyukur atas Nikmat Risalah
(1) Firman-Nya,
قَالَ يَٰمُوسَىٰٓ إِنِّي ٱصۡطَفَيۡتُكَ عَلَى ٱلنَّاسِ بِرِسَٰلَٰتِي وَبِكَلَٰمِي
“Allah berfirman: "Hai Musa, sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) kamu dan manusia yang lain (di masamu) untuk membawa risalah-Ku dan untuk berbicara langsung dengan-Ku.”
Seorang muslim akan terangkat derajatnya di sisi Allah dan menjadi orang pilihan-Nya, jika dia melakukan dua hal:
(a) Dia selalu dekat dengan Kalamullah yaitu al-Qur’an. Dia selalu membaca, menghafal, mentadabburi, mempelajari tafsirnya dan mengamalkannya dalam kehidupannya sehari-hari.
Allah berfirman,
لَقَدۡ أَنزَلۡنَآ إِلَيۡكُمۡ كِتَٰبٗا فِيهِ ذِكۡرُكُمۡۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ
“Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya?” (Qs. al-Anbiya’: 10)
Allah berfirman,
وَإِنَّهُۥ لَذِكۡرٞ لَّكَ وَلِقَوۡمِكَۖ وَسَوۡفَ تُسۡـَٔلُونَ
“Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab.” (Qs. az-Zukhruf: 44)
(b) Dia menyampaikan risalah Allah ini kepada manusia dan mengajak mereka untuk kembali kepada al-Qur’an (Kalamullah). Allah berfirman,
وَمَنۡ أَحۡسَنُ قَوۡلٗا مِّمَّن دَعَآ إِلَى ٱللَّهِ وَعَمِلَ صَٰلِحٗا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shalih, dan berkata: ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?’” (Qs. Fushilat: 33)
(2) Firman-Nya,
فَخُذۡ مَآ ءَاتَيۡتُكَ وَكُن مِّنَ ٱلشَّٰكِرِينَ
“Sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur.”
(a) Nabi Musa diperintahkan untuk mengambil Kitab Taurat dengan sungguh-sungguh, yaitu benar-benar berpegang teguh dengannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini sebagaimana disebutkan di dalam firman-Nya,
فَخُذۡهَا بِقُوَّةٖ
“Berpeganglah kepadanya dengan teguh.” (Qs. al-A’raf: 145)
Beliau juga diperintahkan untuk bersyukur atas nikmat risalah dan kenabian ini.
(b) Begitu juga seorang muslim diperintahkan untuk bersyukur atas karunia al-Qur’an. Di antara dalilnya adalah:
- Allah berfirman,
ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِيٓ أَنزَلَ عَلَىٰ عَبۡدِهِ ٱلۡكِتَٰبَ وَلَمۡ يَجۡعَل لَّهُۥ عِوَجَاۜ
“Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (al-Quran) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya.” (Qs. al-Kahfi: 1)
Ayat ini menunjukkan bahwa nikmat diturunkannya al-Qur’an kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagai pedoman hidup bagi seluruh manusia.
- Allah berfirman,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدۡ جَآءَتۡكُم مَّوۡعِظَةٞ مِّن رَّبِّكُمۡ وَشِفَآءٞ لِّمَا فِي ٱلصُّدُورِ وَهُدٗى وَرَحۡمَةٞ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ ۞ قُلۡ بِفَضۡلِ ٱللَّهِ وَبِرَحۡمَتِهِۦ فَبِذَٰلِكَ فَلۡيَفۡرَحُواْ هُوَ خَيۡرٞ مِّمَّا يَجۡمَعُونَ ۞
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. Katakanlah: "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan."” (Qs. Yunus: 57-58)
Ayat ini memerintahkan kita untuk bangga dengan karunia dan rahmat-Nya berupa al-Qur’an.
Pelajaran (2) Kandungan Taurat
وَكَتَبۡنَا لَهُۥ فِي ٱلۡأَلۡوَاحِ مِن كُلِّ شَيۡءٖ مَّوۡعِظَةٗ وَتَفۡصِيلٗا لِّكُلِّ شَيۡءٖ فَخُذۡهَا بِقُوَّةٖ وَأۡمُرۡ قَوۡمَكَ يَأۡخُذُواْ بِأَحۡسَنِهَاۚ سَأُوْرِيكُمۡ دَارَ ٱلۡفَٰسِقِينَ
“Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada lauh-lauh (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu; maka (Kami berfirman): "Berpeganglah kepadanya dengan teguh dan suruhlah kaummu berpegang kepada (perintah-perintahnya) dengan sebaik-baiknya, nanti Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasik.” (Qs. al-A’raf: 145)
(1) Firman-Nya,
وَكَتَبۡنَا لَهُۥ فِي ٱلۡأَلۡوَاحِ
“Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada lauh-lauh (Taurat).”
Allah menuliskan Kitab Taurat (ٱلۡأَلۡوَاحِ) untuk Nabi Musa, berjumlah tujuh atau sepuluh lauh. Di dalam Kitab Taurat ini terkandung dua hal, yaitu:
(a) Nasehat-nasehat kehidupan yang menyentuh hati dan menggerakkan jiwa.
(b) Tentang tauhid dan risalah kenabian.
(2) Firman-Nya,
فَخُذۡهَا بِقُوَّةٖ وَأۡمُرۡ قَوۡمَكَ يَأۡخُذُواْ بِأَحۡسَنِهَاۚ
“Berpeganglah kepadanya dengan teguh dan suruhlah kaummu berpegang kepada (perintah-perintahnya) dengan sebaik-baiknya.”
Allah memerintahkan Nabi Musa akan dua hal dengan Kitab Taurat tersebut, yaitu:
(a) Mengambil petunjuk darinya dengan penuh kesungguhan.
Hal itu disebabkan Bani Israel adalah umat yang telah lama hidup dalam kehinaan dan kemiskinan karena dijajah dan diperbudak oleh Fir’aun. Oleh karenanya, untuk mendidik mereka harus dengan ketegasan agar karakter mereka berubah.
(b) Memerintahkan kepada Bani Israel untuk mengambil yang terbaik dari isi Taurat.
Perlu diketahui bahwa apa yang terkandung dalam Kitab Taurat semuanya baik. Tetapi kadang terdapat dua pilihan antara yang baik dan yang lebih baik lagi, seperti:
- Pilihan antara menuntut qishash (pembalasan) dalam pembunuhan atau memaafkan.
- Ketika dizhalimi seseorang, terdapat dua pilihan, yaitu: membalas kezhaliman atau bersabar.
- Mengerjakan hal-hal sunnah atau tidak mengerjakannya.
Pelajaran (3) Ancaman bagi Orang Fasik
سَأُوْرِيكُمۡ دَارَ ٱلۡفَٰسِقِينَ
“Nanti Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasik.”
Setelah menurunkan Taurat dan memerintahkan Nabi Musa untuk mengamalkan isinya dengan penuh kesungguhan serta memerintahkan kaumnya agar mengambil yang terbaik darinya. Allah kemudian memberikan ancaman kepada siapa saja yang tidak mau taat dengan perintah tersebut.
Wujud ancaman tersebut adalah diperlihatkan tempat bagi orang-orang fasik, yaitu mereka yang keluar dari ketaatan dan berpaling dari ajaran Allah, serta mengikuti hawa nafsunya.
Kata “diperlihatkan” di sini maksudnya adalah mereka diancam akan dibinasakan, sebagaimana Allah telah membinasakan umat-umat sebelum mereka, yaitu Kaum ‘Ad, Kaum Tsamud, Kaum Luth, penduduk Madyan dan Fir’aun.
***
Karawang, Rabu, 22 November 2023
-

Tanya Jawab Aktual Tentang Shalat
Lihat isinya

Tanya Jawab Aktual Tentang Puasa
Lihat isinya » -

Jilbab Menurut Syari'at Islam (Meluruskan Pandangan Prof. DR. Quraish)
Lihat isinya

Halal dan Haram Dalam Pernikahan (Edisi I)
Lihat isinya » -

Halal dan Haram Dalam Pengobatan (Edisi I)
Lihat isinya

Halal dan Haram Dalam Transaksi Keuangan (edisi 1)
Lihat isinya » -

Nasionalisme
Lihat isinya

Panduan Haji dan Umrah
Lihat isinya » -

Mukjizat Al Qur'an Dalam Kesehatan
Lihat isinya

Berobatlah Dengan Yang Halal (edisi 2 Halal Haram Pengobatan)
Lihat isinya » -

Panduan Praktis Menghitung Zakat
Lihat isinya

Halal dan Haram Dalam Makanan
Lihat isinya » -

Waktumu Adalah Hidupmu, Managemen Waktu dalam Islam
Lihat isinya

Satu Jam Bersama Al-Qur'an
Lihat isinya » -

Jual Beli Terlarang
Lihat isinya

Kekuatan Istighfar
Lihat isinya » -

Panduan Praktis Berqurban
Lihat isinya

Al-Quran dan Kesetaraan Gender
Lihat isinya » -

Banyak Jalan Menuju Surga
Lihat isinya

Meniti Tangga-Tangga Kesuksesan
Lihat isinya » -

Fiqih Ta'ziyah
Lihat isinya

Mengenal Ahlus Sunnah wal Jamaah
Lihat isinya » -

Fiqih Wanita Kontemporer
Lihat isinya

Menang Tanpa Perang
Lihat isinya » -

Masuk Surga Bersama Keluarga
Lihat isinya

Mengetuk Pintu Langit
Lihat isinya » -

Membangun Negara dengan Tauhid
Lihat isinya

Fiqih Masjid (Membahas 53 Hukum Masjid)
Lihat isinya » -

Membuka Pintu Langit
Lihat isinya

Kesabaran yang Indah
Lihat isinya » -

Menembus Pintu Langit
Lihat isinya

Pensucian Jiwa
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah: Al-Fatihah
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 1: Orang-Orang Munafik dalam Al-Qur'an
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 2: Kisah Nabi Adam dan Iblis
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 3: Kisah Bani Israel
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 4: Nabi Sulaiman dan Kaum Yahudi
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 5: Umat Pertengahan
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 6: Hukum-hukum Seputar Ibadah
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 7: Hukum-hukum Pernikahan & Perceraian
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 8: Tidak Ada Paksaan dalam Beragama
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 9: Agama di Sisi Allah, Islam
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 10: Keluarga Imran
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 11: Sebaik-baik Umat
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 12: Empat Sifat Muttaqin
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 13: Dzikir dan Fikir
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 14: Membina Generasi Tangguh
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Juz 5: Qs. 4: 24-147
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Juz 6: Qs. 4: 148-176 & Qs. 5: 1-81
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Juz 7: Qs. 5: 82-120 & Qs. 6: 1-110
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Juz 8: Qs. 6: 111-165 & Qs. 7: 1-87
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Juz 9: Qs. 7: 88-206 & Qs. 8: 1-40
Lihat isinya »