Karya Tulis
29 Hits

Tafsir An-Najah (Qs. 7: 146-147) Sifat Para Penentang Dakwah


سَأَصۡرِفُ عَنۡ ءَايَٰتِيَ ٱلَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ بِغَيۡرِ ٱلۡحَقِّ وَإِن يَرَوۡاْ كُلَّ ءَايَةٖ لَّا يُؤۡمِنُواْ بِهَا وَإِن يَرَوۡاْ سَبِيلَ ٱلرُّشۡدِ لَا يَتَّخِذُوهُ سَبِيلٗا وَإِن يَرَوۡاْ سَبِيلَ ٱلۡغَيِّ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلٗاۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا وَكَانُواْ عَنۡهَا غَٰفِلِينَ

“Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat(Ku), mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus memenempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya.”

(Qs. al-A’raf: 146)

 

Pelajaran (1) Tiga Sifat Para Penentang Dakwah

(1) Salah satu penentang dakwah adalah orang-orang yang takabbur (sombong). Mengapa? Karena mereka adalah orang-orang yang tidak mampu mengambil pelajaran dari tanda-tanda kebesaran Allah dan bukti-bukti kebenaran yang dibawa oleh para rasul.

(2) Terdapat tiga sifat orang-orang yang takabbur dalam ayat ini:

(a) Pertama: jika melihat tanda-tanda kekuasaan Allah dan bukti kebenaran yang dibawa oleh para nabi, mereka tidak mau beriman kepadanya disebabkan adanya rasa sombong di dalam hati mereka.

(b) Kedua: jika melihat jalan yang lurus menuju kebenaran, mereka tidak mau melewatinya, karena tidak sesuai dengan keinginan dan hawa nafsu mereka.

(c) Ketiga: jika melihat jalan bengkok menuju kepada kesesatan dan jurang kehancuran, justru mereka langsung mengikutinya tanpa pikir Panjang, karena hal itu sesuai dengan kaingin dan hawa nafsu mereka.

Sifat kedua dan ketiga di atas sesuai dengan hadits,

حفت الجنة بالمكاره وحفت النار بالشهوات

“Surga diliputi hal-hal yang tidak menyenangkan dan neraka diliputi syahwat.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menerangkan bahwa jalan menuju kebenaran yang akan berakhir ke surga, dipenuhi dengan hal-hal yang tidak menyenangkan dan bertentangan dengan keinginan dan hawa nafsu kebanyakan orang, sehingga hanya sedikit orang yang mau menempuhnya.

Sebaliknya jalan menuju kesesatan yang akan berakhir di neraka dipenuhi dengan hal-hal yang sangat menyenangkan, sesuai dengan keinginan hawa nafsu dan syahwat kebanyakan orang, sehingga jalan ini sangat ramai dilalui manusia.

(3) Pada penutupan ayat ini dijelaskan terdapat dua hal yang menyebabkan mereka memiliki tiga sifat di atas, yaitu:

(a) Pertama: mereka mendustakan ayat-ayat yang menunjukkan kebesaran Allah.

(b) Kedua: mereka tidak mau memperhatikan ayat-ayat tersebut.

 

Pelajaran (2) Sia-sia Amalan Mereka

وَٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا وَلِقَآءِ ٱلۡأٓخِرَةِ حَبِطَتۡ أَعۡمَٰلُهُمۡۚ هَلۡ يُجۡزَوۡنَ إِلَّا مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ

“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mendustakan akan menemui akhirat, sia-sialah perbuatan mereka. Mereka tidak diberi balasan selain dari apa yang telah mereka kerjakan.” (Qs. al-A’raf: 147)

Orang-orang yang takabbur dan mendustakan ayat-ayat Allah, amalan mereka tidak akan diterima oleh Allah; walaupun mereka melakukan kebajikan seperti: membantu teman, mengobati orang sakit, berbuat baik kepada anak dan istri, serta kebaikan-kebaikan lainnya.

Beberapa dalil yang menunjukkan hal itu:

(1) Firman-Nya,

وَقَدِمۡنَآ إِلَىٰ مَا عَمِلُواْ مِنۡ عَمَلٖ فَجَعَلۡنَٰهُ هَبَآءٗ مَّنثُورًا

“Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan[1062], lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.” (Qs. al-Furqan: 23)

(1)   Firman-Nya,

وَمَن يَبۡتَغِ غَيۡرَ ٱلۡإِسۡلَٰمِ دِينٗا فَلَن يُقۡبَلَ مِنۡهُ وَهُوَ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Qs. Ali Imran: 85)

(2)   Firman-Nya,

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمُ ٱتَّبَعُواْ مَآ أَسۡخَطَ ٱللَّهَ وَكَرِهُواْ رِضۡوَٰنَهُۥ فَأَحۡبَطَ أَعۡمَٰلَهُمۡ

“Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan karena mereka membenci keridhaan-Nya, sebab itu Allah menghapus (pahala) amal-amal mereka.” (Qs. Muhammad: 28)

 

***

Karawang, Kamis, 23 November 2023

KARYA TULIS