Tafsir An-Najah (Qs. 7: 167-168) Kaum yang Terhina

وَإِذ تَأَذَّنَ رَبُّكَ لَیَبعَثَنَّ عَلَیهِم إِلَىٰ یَومِ ٱلقِیَـٰمَةِ مَن یَسُومُهُم سُوءَ ٱلعَذَابِۗ إِنَّ رَبَّكَ لَسَرِیعُ ٱلعِقَابِ وَإِنَّهُۥ لَغَفُورٌ رَّحِیمࣱ
“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memberitahukan, bahwa sesungguhnya Dia akan mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka azab yang seburuk-buruknya. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksa-Nya, dan sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(Qs. al-A’raf: 167)
Pelajaran (1) Terhina Sepanjang Masa
(1) Firman-Nya,
وَإِذ تَأَذَّنَ رَبُّكَ لَیَبعَثَنَّ عَلَیهِم إِلَىٰ یَومِ ٱلقِیَـٰمَةِ
“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memberitahukan, bahwa sesungguhnya Dia akan mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat.”
(a) Pada ayat ini, Allah mengumumkan bahwa Dia benar-benar akan mengirimkan orang-orang yang akan menyiksa kaum Yahudi sepanjang masa sampai hari kiamat.
(b) Al-Biqai menyebutkan bahwa karena dosa dan kemaksiatan yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi selama ini, yaitu mendustakan para nabi; maka Allah akan mengirimkan kepada mereka suatu kaum yang akan terus menerus menindas dan menyiksa mereka sampai hari kiamat.
Ini mirip dengan firman-Nya,
فَإِذَا جَاءَ وَعدُ أُولَىٰهُمَا بَعَثنَا عَلَیكُم عِبَادًا لَّنَا أُوْلِی بَأسٍ شَدِیدٍ فَجَاسُوا خِلَـٰلَ ٱلدِّیَارِۚ وَكَانَ وَعدًا مَّفعُولًا
“Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana.” (Qs. al-Isra': 5)
(c) Begitu juga, ujar Syaukani mereka merasakan kehinaan ketika kaum muslimin berkuasa, karena harus membayar jizyah kepada kaum Muslimin agar terlindung darah dan harta mereka.
(d) Menurut Mujahid, yang akan disiksa adalah kaum Yahudi dan Naarani karena kemaksiatan yang mereka lakukan.
(2) Firman-Nya,
مَن یَسُومُهُم سُوءَ ٱلعَذَابِۗ
“Akan menimpakan kepada mereka azab yang seburuk-buruknya.”
(a) Al-Baghawi secara tegas mengatakan bahwa yang dimaksud ayat ini adalah Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabatnya yang memerangi mereka sampai mereka masuk Islam atau membayar Jizyah.
(b) Hal senada juga disampaikan ar-Razi bahwa ayat ini ditujukan kepada kaum Yahudi pada zaman Nabi Muhammad ﷺ agar mereka meninggalkan agama Yahudi mereka. Jika tidak, mereka akan mendapatkan kehinaan hidup sampai hari kiamat.
(c) Al-Qasimi menyebutkan bahwa yang menghinakan dan menyiksa kaum Yahudi setelah selesainya kekuasaan Nabi Sulaiman adalah sebagai berikut:
(c.1) Bukhtanshir Raja Babilonia.
Dia dan pasukannya telah merusak tempat tinggal mereka, membunuh para lelaki, menawan para wanita, serta mewajibkan upeti bagi yang masih hidup. Kemudian banyak dari mereka yang dibawa ke Babilonia dan hidup di sana selama 70 tahun dalam kehinaan.
(c.2) Setelah itu mereka ditindas oleh penguasa-penguasa berikutnya dengan berbagai penindasan.
(c.3) Kemudian setelah kelahiran Nabi Isa ‘alaihi as-salam, mereka ditindas Raja Romawi selamat 71 tahun.
Dari fakta-fakta sejarah di atas, disimpulkan bahwa kaum Yahudi tidak mempunyai negara yang menaungi mereka.
(d) Para ulama berbeda pendapat di dalam menafsirkan firman-Nya,
سُوءَ ٱلعَذَابِۗ
“Adzab yang seburuk-buruknya”
Apa yang dimaksud siksa yang buruk pada ayat ini. Diantara pandangan para ulama adalah:
(d.1) Membayar Jizyah.
(d.2) Pembunuhan dan Peperangan.
(d.3) Pengusiran dari negeri mereka. Ini berlaku untuk Yahudi Khaibar, Bani Quraizhah dan Bani Nadhir.
(d.4) Mendapatkan kehinaan di mana-mana. Hal ini sesuai dengan firman-Nya,
ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أيْنَ ما ثُقِفُوا
“Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada.” (Qs. Ali ‘Imran: 112)
(e) Menurut ar-Razi ayat ini diturunkan kepada Yahudi yang tidak mempunyai negara bahwa mereka akan terus menerus dalam kehinaan. Pendapat ini sesuai dengan apa yang disampaikan al-Qasimi di atas.
(3) Firman-Nya,
إِنَّ رَبَّكَ لَسَرِیعُ ٱلعِقَابِ وَإِنَّهُۥ لَغَفُورٌ رَّحِیمٌ
“Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksa-Nya, dan sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(a) Ath-Thanthawi menyebutkan bahwa pada ayat ini terdapat kaidah at-Targhib wa at-Tarhib (memberikan motivasi dan ancaman) agar orang-orang yang bermaksiat tidak berputus asa terhadap rahmat dan ampunan Allah.
(b) Penutupan ayat di atas yang menggabungkan antara siksaan dan ampunan juga disebutkan dalam beberapa firman-Nya, diantaranya:
(b.1) Firman-Nya,
وَهُوَ ٱلَّذِی جَعَلَكُم خَلَـٰىِٕفَ ٱلأَرضِ وَرَفَعَ بَعضَكُم فَوقَ بَعضٍ دَرَجَـٰتٍ لِّیَبلُوَكُم فِی مَا ءَاتَىٰكُمۗ إِنَّ رَبَّكَ سَرِیعُ ٱلعِقَابِ وَإِنَّهُۥ لَغَفُورٌ رَّحِیمٌ
“Dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. al-An'am: 165)
(b.2) Firman-Nya,
وَیَستَعجِلُونَكَ بِٱلسَّیِّئَةِ قَبلَ ٱلحَسَنَةِ وَقَد خَلَت مِن قَبلِهِمُ ٱلمَثُلَـٰتُۗ وَإِنَّ رَبَّكَ لَذُو مَغفِرَةٍ لِّلنَّاسِ عَلَىٰ ظُلمِهِمۖ وَإِنَّ رَبَّكَ لَشَدِیدُ ٱلعِقَابِ
“Mereka meminta kepadamu supaya disegerakan (datangnya) siksa, sebelum (mereka meminta) kebaikan, padahal telah terjadi bermacam-macam contoh siksa sebelum mereka. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai ampunan (yang luas) bagi manusia sekalipun mereka zalim, dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar sangat keras siksanya.” (Qs. ar-Ra'd: 6)
(b.3) Firman-Nya,
نَبِّئ عِبَادِی أَنِّی أَنَا ٱلغَفُورُ ٱلرَّحِیمُ . وَأَنَّ عَذَابِی هُوَ ٱلعَذَابُ ٱلأَلِیمُ .
“Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan bahwa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih.” (Qs. al-Hijr: 49-50)
Pelajaran (2) Umat yang Terpecah Belah
وَقَطَّعنَـٰهُم فِی ٱلأَرضِ أُمَمًاۖ مِّنهُمُ ٱلصَّـٰلِحُونَ وَمِنهُم دُونَ ذَ ٰلِكَۖ وَبَلَونَـٰهُم بِٱلحَسَنَـٰتِ وَٱلسَّیِّـَٔاتِ لَعَلَّهُم یَرجِعُونَ
“Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang shalih dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).” (Qs. al-A’raf: 168)
(1) Firman-Nya,
وَقَطَّعنَـٰهُم فِی ٱلأَرضِ أُمَمًاۖ
“Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan.”
(a) Al-Baghawi menyebutkan bahwa Allah telah menjadikan kaum Yahudi sebagai umat yang terpecah belah menjadi banyak kelompok. Mereka tidak bisa bersatu.
(b) Ibnu Abbas berkata, “Tidak ada satupun negara kecuali di dalamnya terdapat sekelompok Yahudi.”
(2) Firman-Nya,
مِّنهُمُ ٱلصَّـٰلِحُونَ وَمِنهُم دُونَ ذَ ٰلِكَۖ
“Di antaranya ada orang-orang yang shalih dan di antaranya ada yang tidak demikian.”
(a) Di antara mereka ada yang masuk ke dalam agama Islam, seperti yang terjadi pada zaman Nabi Muhammad ﷺ.
(b) Berkata Ibnu al-Jauzi, yaitu: beriman kepada Nabi Isa dan Nabi Muhammad ﷺ, dan sebagian mereka masih tetap di dalam kekufuran.
(3) Firman-Nya,
وَبَلَونَـٰهُم بِٱلحَسَنَـٰتِ وَٱلسَّیِّـَٔاتِ لَعَلَّهُم یَرجِعُونَ
“Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).”
(a) Apa yang dimaksud dengan ujian kebaikan, yaitu: (1) tanah yang subur dan hidup makmur, (2) kesehatan.
(b) Ujian keburukan berupa: (1) tanah yang tandus dan hidup sengsara, (2) terjangkit penyakit.
(c) Berkata Ibnu al-Jauzi, “Ujian kebaikan dan keburukan memotivasi hamba agar terus di dalam ketaatan. Jika mendapatkan kebaikan, maka memohon kepada-Nya agar ditambah, dan menjaganya agar tidak hilang. Tetapi jika mendapatkan keburukan, maka memohon kepada-Nya agar dihilangkan dan dihindarkan darinya.”
(d) Bahwa ujian meliputi ujian kebaikan dan keburukan, tujuannya agar ingat kembali kepada Allah. Hal ini telah tersebut juga di dalam beberapa firman-Nya, diantaranya:
(d.1) Firman-Nya,
كُلُّ نَفسٍ ذَاىِٕقَةُ ٱلمَوتِۗ وَنَبلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلخَیرِ فِتنَةًۖ وَإِلَینَا تُرجَعُونَ
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Qs. al-Anbiya': 35)
(d.2) Firman-Nya,
ظَهَرَ ٱلفَسَادُ فِی ٱلبَرِّ وَٱلبَحرِ بِمَا كَسَبَت أَیدِی ٱلنَّاسِ لِیُذِیقَهُم بَعضَ ٱلَّذِی عَمِلُواْ لَعَلَّهُم یَرجِعُونَ
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Qs. ar-Rum: 41)
(d.3) Firman-Nya,
وَلَقَد أَخَذنَا ءَالَ فِرعَونَ بِٱلسِّنِینَ وَنَقصٍ مِّنَ ٱلثَّمَرَ ٰتِ لَعَلَّهُم یَذَّكَّرُونَ
“Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Fir'aun dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran.” (Qs. al-A'raf: 130)
Pelajaran (3) Sejarah Kelam Kaum Yahudi
Di bawah ini beberapa fakta sejarah tentang kehancuran negara Yahudi dan kehinaan yang dialami oleh mereka sepanjang masa hingga hari ini.
Untuk memudahkan pembaca dalam memahaminya, kita ringkas menjadi beberapa fase:
(1) Fase Pertama: Kerajaan setelah Nabi Sulaiman
(1.1) Setelah wafatnya Nabi Sulaiman sekitar tahun 975 SM, kerajaannya terpecah menjadi dua, yaitu:
(a) Kerajaan Israel yang terletak di daerah utara dengan ibu kotanya Samirah (Nablus). Kerajaan ini dikuasai oleh 10 kabilah Bani Israel.
(b) Kerajaan Yahuda yang terletak di daerah selatan dengan ibu kotanya Orsyalem/Yerusalem (Baitul Maqdis). Kerajaan ini dikuasai oleh dua kabilah Bani Israel yaitu Yahuda dan Benyamin. Terjadi perang saudara antara dua kerajaan tersebut dan waktu yang lama.
(1.2) Pada tahun 721 SM, Raja Asyur (Asiria) menyerang kerajaan Israel dan membunuh ribuan penduduknya. Serangan tersebut sekaligus mengakhiri riwayat kerajaan ini untuk selamanya.
(1.3) Adapun kerajaan Yahuda di daerah selatan runtuh pada tahun 586 SM akibat serangan Bukhtanshir (Nebukadnezar II), Raja Babilonia.
Dengan demikian runtuhlah dua kerajaan Bani Israel itu untuk selamanya.
(2) Fase Kedua: Hilangnya Kerajaan
Setelah runtuhnya dua Kerajaan tersebut, kaum Yahudi hanyalah sekumpulan rakyat biasa yang ditindas secara bergantian oleh para penguasa, diantaranya:
(2.1) Kerajaan Persia sejak tahun 536 sampai 332 SM.
(2.2) Raja Iskandar Macedonia pada tahun 330 SM.
(2.3) Raja Filipus pengganti Iskandar kemudian menyerang mereka dan menghancurkan Baitul Maqdis serta menawan 100.000 orang dan mengirimnya ke Mesir.
(2.4) Raja Antiokhos dari Kekaisaran Seleukia menyerang Baitul Maqdis pada tahun 170 hingga 168 SM. Mereka menghancurkan pagarnya, merampok harta serta membunuh penduduknya hingga 40.000 orang selama 3 hari saja. Kemudian memperbudak 40.000 orang.
(2.5) Pada tahun 63 SM, Raja Pompeius dari Romawi menyerang Yerusalem dan menjajahnya dalam waktu yang lama.
(2.6) Raja Titus pada tahun 70 SM menyerang Yerusalem dan membunuh ribuan dari kalangan Yahudi serta membakar tempat ibadah mereka.
(3) Fase Ketiga: Zaman Islam
(3.1) Kemudian pada zaman awal keislaman mereka bisa hidup damai bersama kaum muslimin di Madinah, tetapi karena pengkhianatan yang mereka lakukan, maka Rasulullah ﷺ mengusir Bani Qunainuqa' dan Bani Nadhir dari Madinah serta memerangi Bani Quraizhah dan kaum Yahudi di Khaibar.
(3.2) Pada zaman Umar bin al-Khaththab, beliau mengusir semua orang Yahudi dari Jazirah Arab, sebagaimana di dalam hadist Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda,
لأُخْرِجَنَّ اليَهُودَ، والنَّصارى مِن جَزِيرَةِ العَرَبِ حتّى لا أدَعَ إلّا مُسْلِمًا.
“Sungguh, aku akan mengeluarkan orang-orang Yahudi dan Nashrani dari jazirah arab, hingga tidak ada yang tersisa kecuali orang-orang Muslim.” (HR. Muslim)
(4) Fase Keempat: Zaman Eropa
(4.1) Raja Inggris Edward I pada tanggal 18 Juli 1290 mengeluarkan dekrit untuk mengusir semua orang Yahudi dari Kerajaan Inggris.
(4.2) Pada 17 September 1394, Raja Charles VI dari Perancis memerintahkan pengusiran semua orang Yahudi dari kerajaannya.
(4.3) Pada tahun 1492, raja-raja yang memerintah Castile dan Aragon, Spanyol mengeluarkan Dekrit Granada untuk mengusir Yahudi dari wilayahnya.
(4.4) Pada tahun 1881-1884 terjadi kerusuhan anti-Yahudi yang melanda Ukraina dan Rusia Selatan. Kemarahan terhadap orang Yahudi terkait aspek ekonomi, sosial, dan politik sebagai dalih untuk melakukan pogrom yaitu sebuah tindakan kekerasan terhadap kaum Yahudi.
(4.5) Pembantaian massal yang dilakukan oleh Hitler terhadap kaum Yahudi sejak tahun 1933-1945 di seluruh wilayah yang dikuasai Nazi.
Kesimpulannya: bahwa apa yang dialami oleh kaum Yahudi berupa penindasan, pengusiran, pembunuhan oleh masyarakat dunia sejak wafatnya Nabi Sulaiman, akibat dari akhlak dan sifat buruk yang mereka miliki, sehingga merugikan banyak orang yang berada di sekitarnya. Sebagian besar sifat-sifat buruk Yahudi telah disebutkan di dalam al-Qur'an, dan Allah pun telah menetapkan bahwa mereka akan mendapatkan siksaan demi sikaan dari bangsa lain sampai hari kiamat.
Fakta-fakta sejarah di atas telah membuktikan kebenaran al-Qur'an.
***
Karawang, Sabtu, 2 Desember 2023
-

Tanya Jawab Aktual Tentang Shalat
Lihat isinya

Tanya Jawab Aktual Tentang Puasa
Lihat isinya » -

Jilbab Menurut Syari'at Islam (Meluruskan Pandangan Prof. DR. Quraish)
Lihat isinya

Halal dan Haram Dalam Pernikahan (Edisi I)
Lihat isinya » -

Halal dan Haram Dalam Pengobatan (Edisi I)
Lihat isinya

Halal dan Haram Dalam Transaksi Keuangan (edisi 1)
Lihat isinya » -

Nasionalisme
Lihat isinya

Panduan Haji dan Umrah
Lihat isinya » -

Mukjizat Al Qur'an Dalam Kesehatan
Lihat isinya

Berobatlah Dengan Yang Halal (edisi 2 Halal Haram Pengobatan)
Lihat isinya » -

Panduan Praktis Menghitung Zakat
Lihat isinya

Halal dan Haram Dalam Makanan
Lihat isinya » -

Waktumu Adalah Hidupmu, Managemen Waktu dalam Islam
Lihat isinya

Satu Jam Bersama Al-Qur'an
Lihat isinya » -

Jual Beli Terlarang
Lihat isinya

Kekuatan Istighfar
Lihat isinya » -

Panduan Praktis Berqurban
Lihat isinya

Al-Quran dan Kesetaraan Gender
Lihat isinya » -

Banyak Jalan Menuju Surga
Lihat isinya

Meniti Tangga-Tangga Kesuksesan
Lihat isinya » -

Fiqih Ta'ziyah
Lihat isinya

Mengenal Ahlus Sunnah wal Jamaah
Lihat isinya » -

Fiqih Wanita Kontemporer
Lihat isinya

Menang Tanpa Perang
Lihat isinya » -

Masuk Surga Bersama Keluarga
Lihat isinya

Mengetuk Pintu Langit
Lihat isinya » -

Membangun Negara dengan Tauhid
Lihat isinya

Fiqih Masjid (Membahas 53 Hukum Masjid)
Lihat isinya » -

Membuka Pintu Langit
Lihat isinya

Kesabaran yang Indah
Lihat isinya » -

Menembus Pintu Langit
Lihat isinya

Pensucian Jiwa
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah: Al-Fatihah
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 1: Orang-Orang Munafik dalam Al-Qur'an
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 2: Kisah Nabi Adam dan Iblis
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 3: Kisah Bani Israel
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 4: Nabi Sulaiman dan Kaum Yahudi
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 5: Umat Pertengahan
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 6: Hukum-hukum Seputar Ibadah
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 7: Hukum-hukum Pernikahan & Perceraian
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 8: Tidak Ada Paksaan dalam Beragama
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 9: Agama di Sisi Allah, Islam
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 10: Keluarga Imran
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 11: Sebaik-baik Umat
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 12: Empat Sifat Muttaqin
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 13: Dzikir dan Fikir
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 14: Membina Generasi Tangguh
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Juz 5: Qs. 4: 24-147
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Juz 6: Qs. 4: 148-176 & Qs. 5: 1-81
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Juz 7: Qs. 5: 82-120 & Qs. 6: 1-110
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Juz 8: Qs. 6: 111-165 & Qs. 7: 1-87
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Juz 9: Qs. 7: 88-206 & Qs. 8: 1-40
Lihat isinya »