Belajar Dari Sebuah Buku
Ketika saya keluar dari ruangan menuju masjid, terlihat di depan saya sebuah buku : “ Belajarlah dari Alam dan Zaman, karya Dr. Aidh Qarni, yang judul aslinya dalam bahasa arab adalah : “Hakadza Hadatsana az- Zaman. “ Sepulangnya dari masjid, buku tersebut saya buka untuk mengetahui isinya, seperti yang saya duka sebelumnya, buku tersebut merupakan kumpulan dari hasil renungan Dr. Aidh Qarni ketika beliau melihat atau memperhatikan sesuatu dari alam ini. Renungan tersebut beliau tuangkan dalam bentuk tulisan-tulisan dengan judul yang berbeda-beda, kemudian menjadi sebuah buku yang enak di baca. Buku-buku beliau yang pernah saya baca seperti La Tahzan ( Janganlah Bersedih ) yang sangat terkenal dan menjadi best seller dunia tersebut, ternyata hanyalah sebuah renungan dari beberapa peristiwa, kemudian didukung dengan beberapa ayat dan hadist, tulisan-tulisan tersebut di susun dengan judul yang terpisah-pisah juga, yang mungkin satu dengan yang lainnya tidak ada kaitannya, kemudian disusun sedemikian pula, sehingga menjadi buku yang enak di baca.
Saya berpikir, nampaknya beliau menulis banyak buku dengan cara seperti itu. Cara menulis yang mudah, tanpa dibebani dengan membuka-buka lembaran-lembaran buku referensi, apalagi buku-buku yang berat semacam buku-buku turast dari berbagai displin ilmu, yang sering membuat rambut rontok, karena kepala menjadi panas, dan membuat orang harus berkonsentrasi penuh, tidak bisa dipotong dengan pembicaraan apalagi dengan gurau. Memang tulisan yang ilmiyah sangatlah penting...tetapi pada saat-saat tertentu dimana kita tidak bisa konsentrasi dan capai karena banyaknya kegiatan, maka penulisan gaya Dr. Aidh Qarni merupakan sebuah alternatif, tanpa mengurangi bobot tulisan tersebut.
Apa saja manfaat yang bisa diambil dari tulisan ringan ?
Pertama : memanfaatkan waktu dalam keadaan tidak fit, karena jika otak sedang tidak fresh dan badan capai, kemudian dipaksa untuk menulis sesuatu berat dan ilmiyah, selain tidak efektif dan tidak menghasilkan sesuatu yang maksimal, juga membahayakan otak itu sendiri. Sering orang stress dan tertekan, serta cepat emosi karena mendapat masalah seperti ini.
Kedua : memanfaatkan waktu yang sempit dan tanggung, karena dalam keadaan seperti itu. Sangat sulit untuk menulis sesuatu yang berat.
Ketiga : otak kita terus dilatih untuk berpikir walau dalam keadaan capai, dengan banyak menulis insya Allah otak dan badan kita semakin sehat.
Keempat : sebagai bentuk merenungi kehidupan ini, dan mengambil pelajaran dari kejadian yang ada di sekitar kita. Inilah sebenarnya hakikat orang cerdik cendikiawan atau dikenal dalam Al Qur’an dengan istilah Ulul Albab, yaitu orang-orang yang selalu memikirkan ciptaan Allah, dan pergantian siang dan malam, kemudian dijadikan sebagai pelajaran dalam hidup ini.
Kelima: ada hasil yang di dapat dari menulis tersebut, paling tidak goresan pena yang bisa dibaca, direnungi dan diambil pelajarannya.
Selasa, 20 April 2010, Bekasi jam 16.11 sore hari
-

Tanya Jawab Aktual Tentang Shalat
Lihat isinya

Tanya Jawab Aktual Tentang Puasa
Lihat isinya » -

Jilbab Menurut Syari'at Islam (Meluruskan Pandangan Prof. DR. Quraish)
Lihat isinya

Halal dan Haram Dalam Pernikahan (Edisi I)
Lihat isinya » -

Halal dan Haram Dalam Pengobatan (Edisi I)
Lihat isinya

Halal dan Haram Dalam Transaksi Keuangan (edisi 1)
Lihat isinya » -

Nasionalisme
Lihat isinya

Panduan Haji dan Umrah
Lihat isinya » -

Mukjizat Al Qur'an Dalam Kesehatan
Lihat isinya

Berobatlah Dengan Yang Halal (edisi 2 Halal Haram Pengobatan)
Lihat isinya » -

Panduan Praktis Menghitung Zakat
Lihat isinya

Halal dan Haram Dalam Makanan
Lihat isinya » -

Waktumu Adalah Hidupmu, Managemen Waktu dalam Islam
Lihat isinya

Satu Jam Bersama Al-Qur'an
Lihat isinya » -

Jual Beli Terlarang
Lihat isinya

Kekuatan Istighfar
Lihat isinya » -

Panduan Praktis Berqurban
Lihat isinya

Al-Quran dan Kesetaraan Gender
Lihat isinya » -

Banyak Jalan Menuju Surga
Lihat isinya

Meniti Tangga-Tangga Kesuksesan
Lihat isinya » -

Fiqih Ta'ziyah
Lihat isinya

Mengenal Ahlus Sunnah wal Jamaah
Lihat isinya » -

Fiqih Wanita Kontemporer
Lihat isinya

Menang Tanpa Perang
Lihat isinya » -

Masuk Surga Bersama Keluarga
Lihat isinya

Mengetuk Pintu Langit
Lihat isinya » -

Membangun Negara dengan Tauhid
Lihat isinya

Fiqih Masjid (Membahas 53 Hukum Masjid)
Lihat isinya » -

Membuka Pintu Langit
Lihat isinya

Kesabaran yang Indah
Lihat isinya » -

Menembus Pintu Langit
Lihat isinya

Pensucian Jiwa
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah: Al-Fatihah
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 1: Orang-Orang Munafik dalam Al-Qur'an
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 2: Kisah Nabi Adam dan Iblis
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 3: Kisah Bani Israel
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 4: Nabi Sulaiman dan Kaum Yahudi
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 5: Umat Pertengahan
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 6: Hukum-hukum Seputar Ibadah
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 7: Hukum-hukum Pernikahan & Perceraian
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 8: Tidak Ada Paksaan dalam Beragama
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 9: Agama di Sisi Allah, Islam
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 10: Keluarga Imran
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 11: Sebaik-baik Umat
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 12: Empat Sifat Muttaqin
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Seri 13: Dzikir dan Fikir
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Seri 14: Membina Generasi Tangguh
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Juz 5: Qs. 4: 24-147
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Juz 6: Qs. 4: 148-176 & Qs. 5: 1-81
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Juz 7: Qs. 5: 82-120 & Qs. 6: 1-110
Lihat isinya » -

Tafsir An-Najah Juz 8: Qs. 6: 111-165 & Qs. 7: 1-87
Lihat isinya

Tafsir An-Najah Juz 9: Qs. 7: 88-206 & Qs. 8: 1-40
Lihat isinya »