Penulis
2295 Hits

10 Tantangan Penerapan Syariat Islam di Berbagai Negera


Jakarta - Menyikapi kesenjangan antara keshalehan individu dengan keshalehan sosial di Negara-negara mayoritas Muslim, perlu diperhatikan penyababnya. Mengapa penerapan syariat Islam hanya pada sisi ibadah saja, sedangkan Umat Muslim masih mengabaikan ibadah muamalah yang justru lebih luas cakupannya.

Dr. Ahmad Zain An – Najah, Ketua Majelis Fatwa dan Pusat Kajian Dewan Dakwah mengidentifikasi dua tantangan utama dalam penegakkan syariat Islam di Indonesia dan beberapa Negara-negara Islam lainnya dalam “Seminar Serumpun Melayu : Sudah Islamikah Negeri Kita?” di Auditorium Langen Palikrama Kantor Pusat Perum Pegadaian, Jakarta Pusat (20/01).

Dari faktor internal, diantara masalahnya adalah Pertama, pada ‘Kebodohan’ Umat akan hakikat dari syariat Islam itu sendiri. Banyak dari mereka yang masih tidak mengetahui bahwa syariat Ilam merupakan solusi bagi setiap masalah di kehidupan manusia, baik di bidang ilmu pengetahuan, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan.

Kedua, Lemahnya aqidah umat islam dan hilangnya rasa percaya diri serta kebanggan terhadap Islam.

“Saat ini orang takut mengatakan bahwa mereka muslim. Kelemahan ini bisa terlihat dari kurang yakinnya mereka dengan janji Allah bahwa yang menjalankan syariat Islam akan dijamin hidupnya oleh Allah,” jelasnya.

Masalah selanjutnya adalah tertinggalnya umat Islam dalam ilmu-ilmu terapan dan teknologi, perpecahan politik di kalangan Umat Islam, kesalahpahaman tentang syariat Islam yang terkadang diartikan hanya dengan hudud, dan kefanatikan terhadap suatu kelompok.

Sedangkan dari faktor eksternal, tantangannya adalah adanya hegemoni politik dan ekonomi oleh Negara-negara besar, serta terpengaruhnya sebagian masyarakat dengan para pengusung HAM, kuatnya pengaruh pemerintahan sekuler di Negara-negara yang mayoritas Muslim, serta penguasaan orang-orang sekuler terhadap media. [muslimdaily.net]