Ilmu
126 Hits

Berniat Jahat di Kota Makkah


.. وَمَنْ يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ   الحج/ 25

“...dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zhalim, niscaya akan Kami timpakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih.” (QS. Al-Hajj: 25)

Ayat di atas mengandung beberapa faidah:

1⃣ Kemuliaan dan keutamaan Masjidil Haram dibanding  dengan masjid selainnya. Salah satunya orang yang shalat di dalamnya dilipat gandakan 100.000 kali dibandingkan shalat di masjid biasa. Dari Jabir bin Abdullah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلاَةٌ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ

“Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lain selain Masjidil Harom. Sedang shalat di Masjidil Harom lebih utama 100.000 shalat daripada shalat di masjid lainnya.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dishahihkan Al Albani)

2⃣ Sebaliknya barang siapa yang berbuat jahat di dalamnya akan dilipat gandakan dosa dan hukumannya, bahkan baru berniat jahat saja sudah dianggap dosa. Lain halnya dengan berniat jahat di tempat lain yang tidak dianggap dosa sampai dia mengerjakan.

3⃣ Niat berbuat jahat di Masjidil Haram memiliki tiga bentuk;

a. Berniat buruk diluar Makkah untuk berbuat di dalam Makkah.

b. Berniat buruk di Makkah tapi dikerjakan di luar Makkah

c. Dan ini yang paling buruk, berniat di Makkah dan dilakukan di Makkah pula

Wallahu A'lam
Pukul 14.45, Tol Cawang

Resume by Rosyid A